Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) memberikan suvenir kepada para pejabat asal Pakistan yang berkunjung ke Sragen, Rabu (13/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) memberikan suvenir kepada para pejabat asal Pakistan yang berkunjung ke Sragen, Rabu (13/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 11 Februari 2018 17:30 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

Di HUT Gerindra, Bupati Sragen Tolak Dianggap Pengkhianat

Di depan pengurus DPD Gerindra Jateng, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak terima disebut sebagai pengkhianat.

Solopos.com, SRAGEN — Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang juga Bupati Sragen, menolak tudingan yang menyebutkan dirinya adalah seorang pengkhianat partai.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuni, panggilan akrabnya, di hadapan pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng), serta ratusan pengurus dan kader Partai Gerindra Sragen, Sabtu (10/2/2018), di Hotel Surya Sukowati Sragen.

“Bila ada satu-dua kader Partai Gerindra yang mengatakan bahwa Bupati seorang pengkhianat, mohon untuk bisa dicatat, bahwa dalam jiwa saya tidak ada kata-kata sebagai seorang pengkhianat,” ujar dia dalam acara HUT Partai Gerindra itu.

Yuni meminta bila ada kader yang ingin berbicara dengannya agar bicara dari depan atau berhadapan langsung daripada berbicara di belakang. Bila pendapat seperti itu disampaikan di belakang, kata dia, bisa memperkeruh suasana.

“Bila ada yang mau bicara mari kita bicara adu arep, daripada bicara di belakang yang membikin suasana kian keruh,” imbuh dia. Yuni menekankan pentingnya membangun dan menjaga soliditas di internal DPC Partai Gerindra Sragen.

Dengan soliditas tersebut berbagai persoalan dan tantangan bisa dihadapi bersama. “Apa pun yang paling berat bila kita sendiri tidak solid. Ketika Ketua DPC sudah ditetapkan beserta pengurusnya itu lah yang harus kita dukung,” imbuh dia.

Yuni menyadari belum bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Partai Gerindra selama menjabat sebagai Bupati Sragen. Padahal saat Pilkada Sragen 2015, Partai Gerindra bekerja keras bersama PKS untuk memenangkan pertarungan itu.

“Saya mohonkan seluruh jajaran bisa solid dan tidak saling menikam satu sama lain. Khususnya di internal kita. Saya selalu bicara seperti ini karena saya tahu sebagai Bupati belum bisa memberikan manfaat optimal bagi semua,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…