Seorang petani buah naga di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang memanen buah naga di lahannya, Jumat (9/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Seorang petani buah naga di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang memanen buah naga di lahannya, Jumat (9/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 11 Februari 2018 09:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Buah Naga Kalibawang Diserbu Warga Luar Daerah

Petani buah naga di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang mulai kebanjiran pembeli

Solopos.com, KULONPROGO-Sepekan menjelang Tahun Baru Imlek 2569/2018, petani buah naga di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang mulai kebanjiran pembeli.

Salah satu pedagang buah naga, Tri Wahyuni menuturkan, permintaan buah naga saat ini mulai mengalami peningkatan dan setiap hari selalu ada pembeli yang datang. Dalam sehari, ia bahkan bisa menjual buah naga sebanyak satu hingga 1,5 kuintal buah naga.

Semakin mendekati pergantian tahun Imlek, pembeli buah naga yang datang bukan hanya berasal dari Kulonprogo, melainkan dari Semarang, Magelang, dan Solo.

“Mayoritas pembeli memilih naga merah, namun ada juga yang memilih untuk memborong naga putih dan merah sekaligus,” kata dia, Jumat (9/2/2018).

Menurut dia, buah naga banyak dicari karena dikenal sebagai sajian khas imlek. Selain itu, buah naga dipercaya kaya nutrisi dan vitamin serta mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh hingga sebagai pencegah kanker.

Buah naga merah dijual pada kisaran harga Rp15.000-18.000 per Kilogram. Sedangkan buah naga putih dibanderol Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Penjual buah naga banyak terlihat di sepanjang jalan alternatif Wates-Borobudur, Desa Banjarharjo.

Salah seorang petani buah naga di Desa Banjarharjo Agus Dwi Wahyunianto mengatakan, dalam sekali musim panen, para petani bisa memetik hingga lebih dari 1 ton. Keunggulan buah naga Kalibawang adalah sistem produksinya menggunakan sistem organik sehingga buah yang dihasilkan lebih sehat dan segar.

“Buah yang baru dipetik dari pohon langsung kami jual di pinggiran jalan sehingga kondisinya masih segar,” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…