Video Novel Baswedan (Facebook)
Minggu, 11 Februari 2018 16:55 WIB MG Noviarizal Fernandez/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Besok Novel Baswedan Kembali Dioperasi, KPK Minta Doa

Novel Baswedan segera kembali menjani operasi tambahan untuk memulihkan pandangan matanya.

Solopos.com, JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan menjalani operasi tambahan untuk memulihkan pandangannya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sebagai persiapan operasi tambahan pada Senin (12/2/2018), hari ini Novel diminta istirahat agar operasi tambahan besok berjalan dengan baik.

“Mulai pagi hingga sore Novel akan melalui serangkaian proses hingga operasi tambahan pada mata kiri dilakukan karena setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi antara dokter ahli Singapura dan Inggris, terdapat kondisi pertumbuhan selaput mata kiri bagian tengah belum maksimal,” ujarnya pada Minggu (11/2/2018).

Operasi tambahan itu, lanjutnya, akan menggeser selaput yang di tepi untuk menutup bagian tengah yang belum tumbuh. Tim dokter juga akan mengambil kulit di bibir bagian bawah untuk menutup bagian mata yang tepi.

Operasi tahap kedua, lanjutnya, untuk pemasangan kornea artifisial belum dapat dilakukan jika pertumbuhan selaput mata belum merata secara keseluruhan. KPK berharap dan mohon doa dari bangsa Indonesia agar operasi besok dan perawatan lanjutan terhadap Novel Baswedan berjalan baik.

Sementara itu, sampai saat ini pelaku penyerangan belum ditemukan. Febri menggunakan setelah melewati 10 bulan sejak peristiwa terjadi, semoga penanganan perkara ini masih terus dilakukan secara serius.

“Jika pelaku tidak ditemukan, risiko yang sama tentu dapat terjadi pada seluruh pihak yang bekerja memperjuangkan pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Terkait dengan pernyataan pihak tertentu yang menyampaikan bahwa kendala penanganan perkara disebabkan belum bisa dilakukan pemeriksaan terhadap Novel, KPK menegaskan Novel Baswedan telah diperiksa secara projusticia oleh penyidik Polda Metro Jaya bahkan sebelum operasi mata tahap pertama dilakukan.

Saat itu pimpinan KPK juga mendampingi dan telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Polda Metro Jaya. “Jadi, Kami harap informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar sehingga tidak membuat publik salah memahami,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…