Potongan video milik Humas Polrestabes Semarang yang mengajak masyarakat memerangi hoaks. (Instagram-@humasrestabessmg) Potongan video milik Humas Polrestabes Semarang yang mengajak masyarakat memerangi hoaks. (Instagram-@humasrestabessmg)
Minggu, 11 Februari 2018 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AKSI POLISI
Begini Kocaknya Kampanye Anti Hoaks Polisi Semarang

Aksi polisi dalam mengajak masyarakat memerangi hoaks cukup menghibur.

Solopos.com, SEMARANG – Aparat Polrestabes Semarang mengajak masyarakat untuk turut memerangi hoaks yang dapat memicu beragam masalah. Aksi polisi itu dilakukan mengingat kini sudah memasuki tahapan pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tegah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 sehingga situasi dianggap rawan tersebarnya hoaks atau kabar bohong.

Ajakan aparat Polrestabes Semarang untuk memerangi hoaks itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @humasrestabessmg, Kamis (8/2/2018). Aksi polisi dalam mengajak masyarakat memerangi hoaks atau kabar bohong dalam video yang diunggah itu dikemas dalam cerita yang terbilang lucu.

Dikisahkan ada dua kelompok yang terpancing amarah lantaran mendapatkan hoaks yang dibuat salah satu pihak tak bertanggung jawab. Ketika dua kelompok tersebut hendak melakukan tindakan anarkistis, polisi menyetop mereka dan memberitahu bahwa penyebar hoaks sudah tertangkap. Pada akhir video, dua kelompok dan para polisi itu justru berjoget ria demi melupakan masalah yang dipicu kabar bohong.

Pada keterangan video upaya turn back hoax itu, Humas Polrestabes Semarang mengajak masyarakat untuk tak mudah mempercayai kabar yang memang diragukan kebenarannya. “Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita hoaks,” tulis pengelola akun Instagram milik Humas Polrestabes Semarang tersebut.

Sontak aksi aparat Polrestabes Semarang dalam upaya turn back hoax menjelang pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu sanggup menyedot perhatian netizen. Bahkan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi turut me-repost video polisi tersebut di akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Jumat (9/2/2018).

Di akun Instgaramnya itu, sang wali kota Semarang mengajak masyarakat untuk berani melaporkan penyebar hoaks kepada pihak berwajib. “Kalau ada yang menyebarkan hoaks – laporkan saja ke kepolisian / klik ‘report as spam’ tidak perlu saling hantam,” ajak Hendrar Prihadi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…