Suporter Persis Solo, Pasoepati, saat melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Suporter Persis Solo, Pasoepati. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 10 Februari 2018 16:15 WIB M Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS Indonesia Share :

Ulang Tahun ke-18, Pasoepati Didoakan Makin Dewasa, Kreatif, Edan, Tapi Mapan

Suporter Persis Solo, Pasoepati ulang tahun ke-18.

Solopos.com, SOLO—Pasoepati genap menapaki usia 18 tahun per Jumat (9/2/2018). Harapan dan doa mengalir dari berbagai kalangan untuk kebaikan Pasoepati di masa mendatang. Tiga hal diprediksi bakal menjadi tantangan berat Pasoepati dalam beberapa tahun ke depan.

Presiden Pasoepati Bimo Putranto menyebut tiga hal yang menjadi tantangan Pasoepati adalah loyalitas sebagai pendukung Persis Solo, kerukunan sesama suporter dan godaan tahun politik. (baca: HUT Pasoepati Akan Diperingati Secara Sederhana)

Seperti diketahui, pada 2018 dan 2019, pesta demokrasi berupa Pilkada dan Pemilihan Presiden bakal digelar di Tanah Air. Bimo tentu mengkhawatirkan Pasoepati disusupi kepentingan politik oleh segelintir orang.

“Tiga hal itu akan jadi tantangan yang tidak mudah dihadapi. Yang terpenting, saya tetap berharap Pasoepati bisa menjaga kerukunan, solidaritas dan menjalin komunikasi positif dengan sesama organisasi suporter manapun,” kata Bimo dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com melalui WhatsApp, Jumat (9/2/2018).

Sekretaris Jenderal Persis Solo, Dedi M. Lawe, berharap Pasoepati terus menjadi bagian dari insan pecinta sepak bola yang dewasa. Dedi juga berharap Pasoepati mampu mempertahankan loyalitasnya sebagai suporter pendukung Persis Solo.

Support dari Pasoepati akan memberikan kekuatan kepada Persis Solo,” kata Dedi.

Hal senada disampaikan M. Wahyu, gelandang tengah yang musim lalu dipercaya sebagai kapten Persis Solo. Pemain asal Jepara itu berharap Pasoepati bisa semakin kompak, tambah kreatif dalam memberikan dukungan di tribune serta makin solid dan dewasa.

Kedewasaan suporter diharapkan bisa meminimalkan potensi gesekan dengan suporter tim lain.

“Tanpa Pasoepati, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka, kami jadi lebih bersemangat saat bertanding,” ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari Pelatih Persis Solo, Freddy Muli. Pelatih senior itu berharap Pasoepati bisa lebih solid dalam mendukung tim kesayangan.

Ucapan selamat juga mengalir dari pihak luar. Striker veteran Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe) juga menyampaikan selamat kepada Pasoepati. Ucapan Bepe itu disampaikan melalui video yang diunggah Pasoepati.net. Striker asal Salatiga itu juga berharap Persis Solo bisa promosi ke Liga 1 musim depan.

Dukungan dan ucapan selamat juga datang dari seniman, Endah Laras. Dengan memainkan gitar kentrung, Endah Laras menyanyikan lagu berbahasa Jawa yang dihadiahkan kepada Pasoepati. Di akhir lagu, Endah berharap Pasoepati bisa menjadi suporter edan, tetapi juga mapan. Video itu bisa disaksikan melalui laman Sambernyawa.com.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…