Dua calon gubernur peserta Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R.-Rekotomo) Dua calon gubernur peserta Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R.-Rekotomo)
Sabtu, 10 Februari 2018 20:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Begini Tanggapan Sudirman Said Terkait Tuduhan Kasus E-KTP kepada Ganjar

Pilkada 2018 diwarnai isu kasus korupsi e-KTP yang dikaitkan dengan nama Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Calon gubernur Jawa Tengah (Jateng), Sudirman Said, angkat bicara terkait tuduhan yang diarahkan kepada rival politiknya di Pilkada atau Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018, Ganjar Pranowo, dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu meminta masyarakat tidak buru-buru menjatuhkan vionis kepada Ganjar. Masyarakat harus menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah.

“Jangan buru-buru menjatuhkan vonis [Ganjar bersalah]. Biarkan mekanisme hukum bekerja. Saya yakin sebagai lembaga yang memiliki kepercayaan publik tinggi, KPK tidak akan sembrono,” ujar Sudirman dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Jumat (9/2/2018).

Saat ini Ganjar, yang juga merupakan calon petahana pada Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 memang tengah didera tuduhan menerima dana korupsi e-KTP. Tuduhan itu kembali mencuat dalam persidangan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setyo Novanto atau yang akrab disapa Setnov di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Sudirman yang juga menjadi inisiator berdirinya KPK itu menyatakan sikapnya untuk memerangi tindak korupsi. Ia juga mengaku bahwa keikutsertaannya dalam Pilkada atau Pilgub Jateng bersama Ida Fauziyah bukan untuk menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Sebaliknya, dia akan berupaya menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan berpihak pada kepentingan orang banyak. “Kami ikut pilkada bukan untuk menambah daftar kepala daerah yang berurusan dengan KPK. Kami hadir untuk mengisi ruang perbaikan yang ada di Jawa Tengah,” imbuh Sudirman.

Sebagai aktivis antikorupsi, Sudirman juga tidak mungkin mengkhianati perjuangan pemberantasan korupsi yang sudah puluhan tahun dijalani. Demikian juga halnya dengan Ida Fuziyah. Selama empat periode sebagai anggota legislatif integritasnya tetap terjaga.

“Kami memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Jawa Tengah. Kami sepakat menciptakan pemerintahan yang bersih. Kami berjanji tidak akan mengkhianati warga Jawa Tengah dengan ikut-ikutan korupsi jika terpilih kelak,” beber Sudirman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…