Pemain PSMS meluapkan kegembiraan seusai memenangkan pertandingan melawan Persebaya lewat adu penalti dalam babak perempatfinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/2). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Sabtu, 10 Februari 2018 09:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
20.000 The Jakmania Tak Bikin Gentar PSMS Medan

Piala Presiden 2018 akan menyajikan laga PSMS vs Persija.

Solopos.com, SOLO — Status tim musafir patut disematkan kepada Persija Jakarta dan PSMS Medan. Kedua tim sama-sama tak bisa menggunakan stadion kebanggaan masing-masing. Mereka terpaksa menjadikan Stadion Manahan sebagai kandang secara bergantian saat berlaga di semifinal Piala Presiden 2018.

Saat menghadapi Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Presiden 2018, PSMS Medan hanya didukung sekitar 300 suporter yang menempati tribune barat sayap utara. Jumlah suporter PSMS tidak sebanding dengan jumlah suporter Persebaya yang mencapai lebih dari 20.000 orang.

Namun, dukungan penuh dari Bonek Mania itu tak membuat gentar anak asuh Djajang Nurjaman. Meski kalah dalam penguasaan bola, tim Ayam Kinantan tampil lebih efektif. Bahkan, Legimin Raharjo sempat unggul 3-1 sebelum disamakan 3-3 yang membuat pertandingan harus diselesaikan melalui drama adu penalti.

“Adu penalti itu mestinya tidak terjadi. Itu kesalahan kami. Tapi, kami sudah mengevaluasinya. Kami ingin adu penalti tidak terulang saat kami menghadapi Persija,” kata Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurjaman, dalam jumpa pers di Balai Persis, Jumat (9/2/2018).

Faktor jarak yang terlampau jauh membuat suporter PSMS Medan tidak bisa datang ke Solo. Sebaliknya, Persija Jakarta diprediksi kembali dapat dukungan sekitar 20.000 suporter. Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengaku tak gentar dengan dukungan The Jakmania yang akan memadati Stadion Manahan. Menurutnya, mental anak asuhnya sudah teruji saat dihadapkan dengan tim yang punya basis suporter cukup besar.

“Di hadapan ribuan Bobotoh, kami bisa mengalahkan Persib Bandung di kandangnya sendiri. Kita juga bisa mengalahkan Persija yang didukung penuh Bonek Mania. Dukungan suporter tim lawan memang akan jadi tekanan tersendiri. Tapi, tim kami sudah terbiasa menghadapi tekanan dari suporter lawan,” kata Djanur.

Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco mengaku sudah mempersiakan tim untuk menghadapi PSMS Medan di leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2018. Teco tetap berharap dukungan penuh dari The Jakmania saat Persija berjuang merebut tiket ke babak final. “Jakarta sering hujan. Kita sudah siap bila pertandingan berlangsung saat hujan. Hujan tidak masalah buat kami,” ucap Teco.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…