Siluet buruh atau pekerja di suatu proyek pembangunan. (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis) Siluet buruh atau pekerja di suatu proyek pembangunan. (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)
Sabtu, 10 Februari 2018 23:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PEMBANGUNAN SEMARANG
150 Proyek Infrastruktur Siap Dilelang

Pembangunan Semarang 150 infrastruktur segera dilelangkan pelaksana proyeknya.

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 150 proyek pengadaan infrastruktur sudah masuk dalam Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik Pemerintah Kota Semarang untuk persiapan dilelangkan. “Dari 150 proyek yang sudah masuk ke kami, sebanyak 49 proyek sudah kami lelang dan tayang di LPSE,” kata Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Semarang Indriyasari di Semarang, Rabu (7/2/2018).

Namun diakuinya proyek yang sudah dilelangkan itu masih pekerjaan berskala kecil, dan 50 proyek juga sudah dalam proses pengkajian harga perkiraan sendiri (HPS) yang diajukan rekanan. Proses lelang proyek pengadaan infrastruktur Kota Semarang tahun 2018 ini tetap mengacu pengalaman hasil lelang proyek pembangunan selama 2017, termasuk evaluasi hasil pekerjaan yang dilakukan kontraktor pemenang lelang.

Track record rekanan tetap kami pertimbangkan. Hasil kinerja rekanan selama 2017 menjadi bahan evaluasi kami dalam melaksanakan lelang pada 2018, termasuk menentukan pemenang,” katanya.

Pada tahun 2017 lalu, diakuinya ada keterlambatan lelang karena ada perubahan struktur organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga dalam evaluasi waktu pengerjaan pembangunan memang mepet. Akan tetapi, Indriyasari mengatakan tidak semua pemenang lelang ditentukan dari penawaran terendah yang diberikan rekanan, sebab ada rekanan pemenang lelang memberikan penawaran tinggi.

“Tidak semuanya dlosor-dlosoran [saling merendahkan nilai proyek]. Banyak rekanan yang penawarannya tinggi kami menangkan. Yang jelas, semua rekanan bisa bersaing asal kualitasnya bagus,” katanya. Sampai saat ini, kata dia, belum ada rekomendasi dari Inspektorat Kota Semarang mengenai rekanan yang dicantumkan dalam blacklist, tetapi sudah ada data rekanan yang track record-nya kurang bagus selama 2017.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang 2018 mencapai Rp5,17 triliun, atau naik dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya Rp4,75 triliun dengan alokasi besar untuk infrastruktur. Sekretaris Daerah Kota Semarang Agus Riyanto menyebutkan sudah melakukan dorongan ke dinas-dinas untuk segera melelangkan proyek pekerjaan tahun ini pada Februari-Maret 2018.

“Saya sudah roadshow ke dinas-dinas untuk mendorong lelang. Jika Maret 2018 sudah dilelang, pada triwulan ketiga, yakni Juli-September 2018, pekerjaan kan sudah bisa dirampungkan,” katanya.

Pada triwulan keempat, kata dia, masih ada cukup waktu untuk mengevaluasi sehingga jika ada tambahan pekerjaan pada APBD perubahan bisa diatur untuk segera dilaksanakan. “Ada tiga dinas yang jadi fokus karena banyak beban kerjanya, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Dinas Penataan Ruang Kota Semarang,” kata Agus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…