Ilustrasi pemadaman listrik. (JIBI/Semarangpos.com/Reuters/Rupak De Chowdhuri) Ilustrasi pemadaman listrik. (JIBI/Semarangpos.com/Reuters/Rupak De Chowdhuri)
Sabtu, 10 Februari 2018 06:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PEMADAMAN LISTRIK
Semarang dan 3 Daerah di Jateng Ini Tanpa Pelayanan PLN, Sabtu (10/2/2018)

Pemadaman listrik atau penghentian pelayanan PLN mendera Kota Semarang dan tiga daerah lain di Jateng, Sabtu (10/2/2018).

Solopos.com, SOLO – Pemadaman listrik kembali mendera sebagian wilayah di Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (10/2/2018) mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Dikutip dari akun Twitter milik PLN Distribusi Jateng dan DIY, @infolistrikdjty, wilayah di Jateng yang terkena penghentian pelayanan PLN itu adalah sebagian Kota Semarang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Pemadaman listrik di Kota Semarang berlangsung di wilayah Jl. Raya Ngaliyan-Mijen di Kecamatan Ngaliyan. Untuk Kabupaten Pemalang, wilayah yang didera penghentian pelayanan PLN itu adalah Desa Sokowangi, Desa Kejambon, Desa Pener, Desa Gondang, Desa Jrakah, Desa Sitemu, dan Desa Penggarit di Kecamatan Taman.

Penghentian pelayanan PLN serupa di Kabupaten Tegal mendera kawasan Desa Kalisapu dan Desa Pakembaran di Kecamatan Slawi serta Desa Tegalandong di Kecamatan Lebaksiu. Di Kabupaten Brebes, pemadaman listrik menyasar wilayah Desa Janegara, Desa Jatibarang Lor, Desa Jatibarang Kidul, Desa Kemiramba, serta Desa Kertasinduyasa di Kecamatan Jatibarang.

PLN Distribusi Jateng dan DIY menyatakan pemadaman listrik itu disebabkan adanya pemeliharaan jaringan. Jika ada pemadaman listrik di luar jadwal, pelanggan dapat melaporkannya melalui call center di nomor 123 dengan menyertakan kode wilayah atau lewat Twitter dengan me-mention akun @pln_123 dan @infolistriksdjty. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…