Jenazah Partin, TKW meninggal di Hong Kong, diserahkan kepada keluarga di rumah duka Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jumat (9/2/2018). (Istimewa/Polres Ponorogo) Jenazah Partin, TKW meninggal di Hong Kong, diserahkan kepada keluarga di rumah duka Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jumat (9/2/2018). (Istimewa/Polres Ponorogo)
Sabtu, 10 Februari 2018 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

NASIB TKI
TKW Ponorogo Meninggal di Hong Kong, Suami Menyusul Berpulang

TKW asal Ponorogo meninggal setelah terjatuh saat berbelanja di pasar Hong Kong.

Solopos.com, PONOROGO — Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, bernama Partin, 44, meninggal dunia di Hong Kong.

Partin merupakan TKW di Hong Kong. Partin menjadi TKW sejak tahun 2006. Kabar meninggalnya Partin membuat suaminya shock hingga meninggal dunia.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan jenazah Partin dipulangkan dan sampai rumah duka pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Jenazah Partin diangkut menggunakan mobil ambulans Disnakertrans Provinsi Jawa Timur.

Jenazah Partin diterbangkan dari Bandara Hong Kong menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.45 WIB. Tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 19.00 WIB. Jenazah dibawa ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB. Sesampainya tiba, jenazah langsung disalatkan dan dimakamkan di TPU Gunung Mangge.

Sudarmanto menyampaikan Partin meninggal dunia pada Senin (29/1/2018) di Hong Kong. Saat itu, Partin sedang berbelanja ke pasar dan terpeleset hingga akhirnya jatuh.

Partin selanjutnya dibawa ke rumah sakit, namun sebelum sampai di rumah sakit sudah meninggal dunia.

Keluarga yang mendapatkan kabar tersebut shock. Partin meninggalkan satu orang anak dan seorang suami. Setelah menerima kabar itu, suami Partin, Kusno juga meninggal dunia, Selasa (6/2/2018).

“Dimungkinkan karena mengalami shock berat istrinya meninggal dunia di Hong Kong,” jelas Sudarmanto.

Keterangan dari keluarga, kata dia, Partin selama ini tidak memiliki riwayat penyakit serius. Kondisi jenazah juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Pihak keluarga terpukul berat atas peristiwa nahas tersebut dan menangis histeris. Petugas pun kembali mengecek kondisi jenazah dan berkoordinasi dengan PJTKI yang memberangkatkan Partin.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…