Bocah laki-laki menangis tersedu-sedu saat ditilang polisi (Instagram) Bocah laki-laki menangis tersedu-sedu saat ditilang polisi (Instagram)
Sabtu, 10 Februari 2018 07:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Lucu! Kena Tilang Polantas, 4 Bocah Nangis Tersedu-Sedu

Polantas Musi Rawas menasehati bocah di bawah umur yang nekat mengendarai sepeda motor.

Solopos.com, MUSI RAWAS – Empat bocah laki-laki menangis tersedu-sedu ketakutan saat ia ditertibkan Polantas Musi Rawas, Sumatera Selatan. Bocah-bocah tersebut kedapatan naik sepeda motor berboncengan empat orang tanpa helm.

Video unik yang menampilkan bocah-bocah itu menangis ketakutan tak mau dihukum polisi diunggah di akun Instagram @polantasindonesia, Senin (5/2/2018). “Kids zaman now berjanji tidak akan naik motor lagi? Di depan Kasat Lantas Musi Rawas,” tulis @polantasindonesia.

Dalam video yang berdurasi sekitar satu menit itu tampak empat bocah menangis tersedu-sedu di hadapan beberapa polisi. Mereka ditanyai alasannya mengapa naik sepeda motor? Bocah tersebut hanya menangis dan berjanji tak mengulangi lagi. Bocah-bocah sempat digoda akan dipenjara kalau nekat mengulangi.

“Mau kemana kalian ini? Waduh, pakai motor berempat, kaki belum sampai, tidak pakai helm. Atau mau ketemu teman-teman kalian di polres saja?” tanya seorang polisi yang disahut dengan tangisan keempat bocah menolak tak mau ditahan.

Video ini sontak mengundang komentar kocak dari warganet. “Haha, kakinya belum sampai, bikin ngakak,” tulis @sandrawnie.

“Ini nanti kalau sudah pada besar pasti pada ketawa sendiri lihat tingkahnya waktu kecil,” tulis @deni_0894.

“Polos sekali anak-anak ini, sampai janji tidak naik motor lagi. Jangan-jangan di belakang polisi pada ketawa,” tulis @bazdy7.

 

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…