Jalan rusak berlubang diberi tanda di Jl. Dr. Radjiman, Laweyan, Solo, Jumat (9/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Jalan rusak berlubang diberi tanda di Jl. Dr. Radjiman, Laweyan, Solo, Jumat (9/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 10 Februari 2018 00:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Makan 3 Korban dalam Sepekan, Lubang Jl. dr. Radjiman Ditanami Pohon Pisang

Warga menanam pohon pisang di lubang Jl. dr. Radjiman Solo yang sudah memakan tiga korban dalam sepekan ini.

Solopos.com, SOLO — Warga Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo, menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang dekat SPBU Laweyan Jl. dr. Radjiman, Kamis (8/2/2018) malam. Hal itu dilakukan karena warga kesal dengan kondisi jalan yang sudah memakan tiga korban dalam sepekan.

“Selama sepekan ada tiga kali kecelakaan di jalan berlubang Jl. dr. Rajiman. Kecelakaan terjadi pada malam hari. Kami kesal dengan Pemkot karena sudah beberapa kali kondisi jalan ini dilaporkan, tetapi tak kunjung diperbaiki,” ujar Suyono Raharjo warga Kelurahan Bumi, Laweyan kepada Solopos.com, Jumat (9/2/2018).

Warga Sondakan dan Bumi, lanjut dia, kemudian menanam pohon pisang di jalan berlubang Kamis malam sebagai penanda pengguna jalan agar warga lebih berhati-hati. Namun, baru ditanam semalam pohon pisang sudah roboh ditabrak mobil.

Pantauan Solopos.com, jalan berlubang tak hanya di wilayah Sondakan dan Bumi. Di Jl. Pattimura, Serengan, kondisinya tak jauh berbeda. Ada dua lokasi jalan berlubang yakni di Kelurahan Tipes dan Danukusuman.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…