Kondisi bocah yang diseret ibunya menggunakan sepeda motor di Klaten (Facebook) Kondisi bocah yang diseret ibunya menggunakan sepeda motor di Klaten (Facebook)
Sabtu, 10 Februari 2018 11:24 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/SOLOPOS Klaten Share :

Ibu Seret Anak di Bayat Klaten Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSJD

Santi jalani pemeriksaan kejiawaan di RSJD Klaten.

Solopos.com, KLATEN—Polres Klaten masih menunggu hasil observasi kejiwaan ibu yang menyeret anaknya hingga terluka di Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kamis (8/2/2018) petang. Pelaku bernama Santi Kusuma Sari, 35.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, melalui Wakapolres Klaten, Kompol Hari Sutanto, mengatakan dari keterangan suaminya, Santi mengalami depresi. Hanya, belum ada penjelasan penyebab serta sejak kapan Santi mengalami depresi.

“Ibunya masih tahap pemeriksaan observasi di RSJD. Apakah benar yang bersangkutan depresi berdasarkan hasil keterangan dokter. Kami belum bisa memproses yang bersangkutan. Namun, kami tetap melakukan pemeriksaan awal,” kata Wakapolres saat ditemui wartawan di Mapolres, Klaten, Sabtu (10/2/2018). (baca: Begini Kronologi Ibu Seret Anak Sejauh 300 Meter di Bayat Klaten)

Ia menerangkan Santi dibawa orangtuanya ke Karanganom dan sudah mulai menjalani observasi di RSJD. Sementara, sang anak kedua yang menjadi korban, dirawat keluarganya di Bayat.

“Pendampingan dari PPA ke anak sudah dilakukan. Laporan terakhir dari anggota, anak sudah ceria dan tertawa. Mudah-mudahan tidak ada trauma. Yang jelas kami dampingi terus,” paparnya.

Sebelumnya, Dela diseret ibunya pada Kamis sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, warga melihat Santi mengendari sepeda motor matic sambil menyeret anak perempuannya di jalan Paseban-Krikilan.

Warga yang melihat kejadian itu lantas mencoba menghadang laju kendaraan. Sang anak lantas dilepas sementara Santi mengalami kecelakaan. Oleh warga, korban lantas dilarikan ke rumah sakit dengan luka lecet.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…