Pengunjung melihat mebel yang dipamerkan dalam Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2016 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (13/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Pengunjung melihat mebel yang dipamerkan dalam Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2016 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (13/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 10 Februari 2018 11:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ekspor dari Jogja ke Meksiko Meningkat Pesat

Ekspor DIY selama Desember 2017 menunjukkan peningkatan sebesar 2,86% dibandingkan bulan sebelumnya

 
Solopos.com, JOGJA-Ekspor DIY selama Desember 2017 menunjukkan peningkatan sebesar 2,86% dibandingkan bulan sebelumnya. Perkembangan nilai ekspor tertinggi produk DIY banyak masuk ke Meksiko dengan peningkatan mencapai 64,59%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono mengungkapkan nilai ekspor DIY di akhir tahun lalu mencapai US$38,3 juta. “Mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya sebesar 2,86 persen yang tercatat hanya US$37,2 juta,” ujar Priyono belum lama ini.

Secara tahun ke tahun, peningkatan ekspor DIY mencapai 17,12% dari tahun sebelumnya. Priyono memaparkan tiga negara tujuan utama ekspor DIY masih didominasi Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Adapun nilai ekspor ke Amerika Serikat mencapai US$16,2 juta dengan porsi pasar 42,22%, sedangkan untuk Jerman nilai ekspor mencapai US$4,9 juta dan Jepang dengan nilai ekspor mencapai US$3,2 juta.

Priyono memaparkan peningkatan nilai ekspor selama Desember 2017 dibanding bulan sebelumnya disebabkan oleh peningkatan nilai ekspor lima dari sepuluh negara tujuan utama. Tiga negara dengan peningkatan terbesar adalah Meksiko, Jepang dan Amerika Serikat.

“Paling tinggi kenaikan nilai ekspornya adalah Meksiko dengan kenaikan sebesar US$697 ribu setara 1 452,14 persen, Jepang naik 28,13 persen dan Amerika Serikat naik sebesar setara 26,80 persen,” jelas Priyono.

Secara kumulatif dari tahun ke tahun nilai ekspor mengalami peningkatan sebesar 17,12 persen.  Di mana sebanyak sepuluh besar negara tujuan mengalami peningkatan nilai ekspor. Tiga negara dengan peningkatan terbesar adalah Meksiko sebesar 64,59%, Belgia sebesar 48,39% dan India sebesar 45,79%.

Komoditas utama ekspor dari DIY yakni masih didominasi produk pakaian jadi bukan rajutan yang mencapai 40,76%. Diikuti komoditas perabot, penerangan rumah sebesar 13,36% dan barang-barang rajutan sebesar 12,96%.

“Komoditas yang dikirim ke negara Amerika Serikat paling banyak pakaian jadi bukan rajutan sebesar 46,15 persen,” imbuh Priyono.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…