Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi, (supriyadipdip.com) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi, (supriyadipdip.com)
Sabtu, 10 Februari 2018 22:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

DPRD Gagas Cah Semarang Hebat demi Saingi Komunitas Pem-bully Pemkot

DPRD Semarang menyoroti komunitas medsos yang dianggap identik dengan wadah mem-bully pemkot setempat.

Solopos.com, SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Jumat (9/2/2018), menyoroti adanya komunitas media sosial yang ia anggap identik dengan wadah mem-bully pemerintah kota (pemkot) setempat. Ia pun menggagas pembentukan komunitas Cah Semarang Hebat yang ditugasinya memviralkan kabar tentang prestasi Pemkot Semarang.

Sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, politikus PDI Perjuangan itu semula mengemukakan harapan agar komunitas media sosial di Semarang bukan hanya bisa melakukan perundungan atau bullying kepada pemerintah kota setempat. “Sering kali kita menemukan komunitas di medsos yang identik dengan mem-bully Pemerintah Kota Semarang,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi.

Supriyadi menyebut komunitas medsos semacam itu biasanya tidak mengetahui persoalan sehingga tidak memberikan solusi, saran, atau pendapat, tetapi hanya menyoroti sisi jelek Kota Semarang. Padahal, kata dia, selama ini banyak prestasi yang diraih Pemkot Semarang yang sebenarnya harus diangkat dan disosialisasikan karena merupakan kebanggaan bersama warga Semarang.

Menurut dia, komunitas medsos mestinya bisa efektif untuk menyosialisasikan prestasi yang diraih Pemkot Semarang sehingga masyarakat punya rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kota mereka. “Jadi, tidak serta merta kemudian persoalan kecil di-blow up dan diviralkan. Jangan hanya sisi jeleknya, tetapi sisi baik yang sudah diraih Pemkot Semarang juga harus diviralkan,” katanya.

Ia mengatakan persoalan kecil kemudian yang ditemui viral di medsos kerap kali tidak berimbang dengan apa yang sudah dilakukan Pemkot Semarang dalam membangun Kota Semarang. “Malah mencoreng nama Semarang sendiri. Tidak berimbang dengan apa yang sudah diperbuat Pemkot Semarang. Sisi baik diviralkan, jangan hanya sisi jeleknya,” katanya.

Selain itu, kata dia, keberadaan komunitas medsos juga penting untuk membantu pembangunan Kota Semarang dengan memberikan masukan, gagasan, solusi atas permasalahan yang terjadi. Dia menilai peran komunitas dibutuhkan dalam pembangunan Kota Semarang dengan membantu menyosialisasikan melalui medsos mengenai kemajuan yang sudah dicapai.

Selama ini, Supriyadi mengatakan sudah banyak komunitas yang memiliki beberapa kepedulian, seperti komunitas yang mengangkat kuliner, lowongan kerja, dan pariwisata di Kota Semarang. Hal itu, katanya, artinya keberadaan komunitas berperan menjembatani antara Pemkot dan DPRD Kota Semarang dengan memberikan banyak masukan, gagasan, dan solusi untuk mempercepat pembangunan.

“Kami ingin mewadahi itu dengan sebuah komunitas yang rencananya namanya Cah Semarang Hebat. Kota Semarang sudah berubah total, sudah banyak pembangunan dan prestasi yang diraih,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…