Kekacauan arus lalu lintas kawasan Mangkang, Kota Semarang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (Facebook.com-Combong Combing) Kekacauan arus lalu lintas kawasan Mangkang, Kota Semarang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (Facebook.com-Combong Combing)
Sabtu, 10 Februari 2018 01:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Feature Share :

FOTO BENCANA JATENG
Banjir Landa Semarang Lagi...

Bencana banjir melanda Semarang, Jateng lagi.

Mobil mengantre di ujung jalan yang cukup tinggi demi menghindari genangan air yang kelewat dalam. (Facebook.com-MIK Semar-Yusuf)

Mobil mengantre di ujung jalan yang cukup tinggi demi menghindari genangan air yang kelewat dalam. (Facebook.com-MIK Semar-Yusuf)

Banjir akibat tingginya curah hujan di pesisir utara Jawa Tengah kembali terjadi. Akibat hujan yang turun tak henti-henti, Jumat (9/2/2018), sebagian warga Kota Semarang kembali kebanjiran. Bencana banjir di ibu kota Jateng itu merupakan pengulangan dari kejadian serupa beberapa hari sebelumnya yang belum ditangani secara paripurna oleh pemerintah setempat.

Kemacetan terjadi di Jl. Siliwangi, Semarang, Jumat (9/2/2018) malam. Kemacetan disebabkan lalu lintas yang tersendat akibat banjir di wilayah Mangkang. (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)

Kemacetan terjadi di Jl. Siliwangi, Semarang, Jumat (9/2/2018) malam. Kemacetan disebabkan lalu lintas yang tersendat akibat banjir di wilayah Mangkang. (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)

Menerjang genangan, mogok sepeda motor akibatnya. (Facebook.com-MIK Semar-Yusuf)

Menerjang genangan, mogok sepeda motor akibatnya. (Facebook.com-MIK Semar-Yusuf)

warga yang kurang beruntung terendam bencana banjir di Mangkang, Kota Semarang, ibu kota Jateng, Jumat (9/2/2018) malam, (Facebook.com-Ayah Nya Afa)

Warga yang kurang beruntung terendam bencana banjir di Mangkang, Kota Semarang, ibu kota Jateng, Jumat (9/2/2018) malam, (Facebook.com-Ayah Nya Afa)

Kedai ayam-ikan bakar dan goteng khas Lamongan juga tak kuasa menahan air bah. (Facebook.com-Ayah Nya Afa)

Kedai ayam-ikan bakar dan goreng khas Lamongan juga tak kuasa menahan air bah. (Facebook.com-Ayah Nya Afa)

Air juga menggenangi Pondok Putra Al-Ishlah, Mangkang Kulon, Tugu, Semarang, (Facebook.com-Arief ELsa)

Air juga menggenangi Pondok Putra Al-Ishlah, Mangkang Kulon, Tugu, Semarang, (Facebook.com-Arief ELsa)

Para netizen di media sosial saling mengingatkan kondisi memprihatinkan jalanan di kawasan Mangkang yang terendam air bah hingga setinggi perut orang dewasa. Mereka menyarankan untuk tidak nekat menembus genangan air karena tak sedikit mobil maupun sepeda motor yang mogok. Alhasil, penumpukan pengguna jalan pun terjadi di kawasan yang cukup tinggi. Mereka menghentikan kendaraan masing-masing demi menunggu air surut.

Banjir yang melanda kawasan Kaliwungu hingga Mangkang bahkan memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan moda transportasi massal yang mereka kelola. Pengguna akun Mas Boy di Grup Facebook MIK Semar pada Jumat tengah malam mengeluhkan kereta api yang ditumpanginya tertahan di Stasiun Kalibodri, Kendal sejak pukul 19.00 WIB dan belum ada tanda-tanda bakal dijalankan lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto, yang dihubungi Semarangpos.com mengungkapkan adanya beberapa titik tanggul di Sungai Bringin yang jebol sehingga memicu bencana banjir di Kota Semarang, Jateng.  Yang paling panjang, tanggul jebol itu mencapai 15 m.

Jebolnya tanggul Sungai Bringin itu disebabkan derasnya hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak Jumat sore. Kondisi itu pun membuat volume air di Sungai Beringin kian tinggi sehingga bencana banjir pun menerjang permukiman warga kawasan Kota Semarang, Jateng itu. Setidaknya 150 rumah di Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, jawa Tengah terendam air.

KLIK DI SINI untuk Berita Lengkapnya
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…