ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters )
Sabtu, 10 Februari 2018 01:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

3 Jenis Vaksin Diberikan dalam Imunisasi Massal Difteri di Kota Madiun

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun memberikan vaksin dalam kegiatan ORI kepada anak-anak.

Solopos.com, MADIUN — Pelaksanaan Outbreak Response Immunizations (ORI) atau imunisasi massal untuk memutus rantai penularan difteri di Kota Madiun sudah berjalan sejak Senin (5/2/2018). Ada tiga jenis vaksin diberikan petugas kesehatan kepada anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun, Agung Sulistya Wardani, mengatakan vaksi difteri yang diberikan berbeda-beda tergantung usia anak. Ada tiga jenis vaksin difteri yang diberikan saat pelaksanaan ORI.

Vaksin tersebut, kata Wardani, vaksin jenis DPT-HB-HIB atau yang memiliki nama lain Pentavalen. Vaksin Pentavalen ini mengandung lima antitoksin sekaligus yaitu difteri yang menyerang saluran pernapasan sehingga menimbulkan lapisan putih di tenggorokan dengan efek dapat menyumbat saluran nafas.

“Toksin ini dapat mengganggu kerja jantung lalu pertusis yang merupakan penyebab penyakit batuk rejan atau batuk 100 hari dengan ciri khas batuk beruntun,” jelas dia yang dikutip Madiunpos.com dalam siaran pers, Jumat (9/2/2018).

Kandungan lain yaitu antitoksin untuk tetanus yang bisa mengakibatkan kekakuan seluruh tubuh termasuk otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian akibat gagal nafas. Sedangkan hepatitis B yaitu untuk sebuah virus penyebab peradagangan pada hati dengan keadaan kronis dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati.

Dia menuturkan yang terakhir haemophilus influenza tipe B yaitu mencegah kuman penyebab radang paru-paru dan radang otak.

Imunasisi ini, kata Wardani, diberikan kepada anak-anak berusia mulai 1-5 tahun. Untuk vaksin yang diberikan kombinasi sehingga pengamanan tubuh bisa berlapis.

Lebih lanjut, untuk vaksin DT diberikan sebanyak satu dosis pada anak sekolah tingkat dasar atau usia 5-7 tahun. Sedangkan vaksin jenis TD atau toksoid difteri kandungan antitoksin difterinya lebih rendah. Vaksin ini untuk memperkuat atau melapisi saja karena kekebalan tubuh orang dewasa sudah lebih baik.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…