Pengunjung membaca buku di ruang baca di perpustakaan umum Boyolali di kompleks simpang siaga, (patung kuda), Kamis (8/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS) Pengunjung membaca buku di ruang baca di perpustakaan umum Boyolali di kompleks simpang siaga, (patung kuda), Kamis (8/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 9 Februari 2018 13:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS Boyolali Share :

Wow, Perpustakaan Boyolali Punya 2.500 Koleksi Ebook Gratis

Perpustakaan Boyolali punya 2.500 koleksi ebook gratis.

Solopos, BOYOLALI—Kini Perpustakaan Boyolali memiliki 2.500 koleksi buku elektronik (ebook). Koleksi ini sebagai pengembangan fasilitas penunjang perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali kini punya aplikasi iBoyolali. Salah satunya menyediakan ebook yang bisa dibaca secara gratis melalui gawai.

Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di PlayStore (tertulis iBoyo). Aplikasi iBoyolali ini berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial pengguna dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Mereka dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang dibaca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru.

Dengan aplikasi ini membaca ebook di iBoyolali jadi lebih menyenangkan karena peminat baca dapat membaca ebook secara daring maupun luring. (baca: Banyuanyar Boyolali Luncurkan Perpustakaan Online Gratis Bagi Warga)

Kasi Pengembangan pada Dinas Arpus Boyolali Bambang Suratno, mengatakan meski saat ini peminat ebook di iBoyolali tidak sebanyak pembaca buku yang datang langsung ke Arpus, namun ada kecenderungan tumbuh. Maka dari itu, pihaknya terus menambah koleksi ebook.

Saat ini perpustakaan yang berlokasi di jantung kota (simpang siaga patung kuda) ini sudah memiliki sekitar 2.500 ebook. Tahun ini, Arpus menganggarkan sekitar Rp16 juta untuk pembelian ebook guna melengkapi koleksi.

“Anggaran pembelian ebook ini memang tidak banyak, tapi kami usahakan selalu ada untuk pembelian ebook setiap tahunnya,” ujar Bambang saat ditemui di Arpus, Kamis (8/2/2018).

Dengan adanya aplikasi yang diluncurkan 2017 tersebut, jumlah pengguna diharapkan semakin meningkat seiring perkembangan zaman dan kesibukan orang.

“Masyarakat yang jauh atau sibuk tak lagi harus datang ke perpustakaan. Cukup mengunduh aplikasi ini maka bisa membaca buku melalui gadget mereka kapan pun dan di mana pun,” imbuhnya.

Aplikasi ini sekaligus mengurangi pengeluaran finansial masyarakat yang gemar membaca karena mereka tidak lagi ke mana-mana untuk mencari buku kebutuhannya.

Sementara itu, dalam menggunakan ebook ini pembaca dibatasi boleh “meminjam” maksimal dua buku selama 7 hari.

“Kalau waktunya habis, ebook itu tidak bisa dibaca lagi. Di sisi lain, kalau ebook ini sedang “dipinjam” orang, maka ebook itu juga tak bisa diakses orang lain. Hampir sama seperti pinjam buku biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengguna iBoyolali asal Banyudono, Sania, 20, mengaku sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi tersebut.

“Yang jelas jadi lebih gampang karena bisa baca buku di gadget setiap saat. Tapi untuk buku tertentu, kadang saya lebih suka cari ke perpustakaan,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…