Seorang pawang satwa di Ndayu Park Sragen, Sabar, berinteraksi dengan sepasang beruang madu koleksi baru taman wisata itu, Kamis (8/2/2018). (Kurniawan/JIBI/Solopos) Seorang pawang satwa di Ndayu Park Sragen, Sabar, berinteraksi dengan sepasang beruang madu koleksi baru taman wisata itu, Kamis (8/2/2018). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Februari 2018 09:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

WISATA SRAGEN
Ada yang Baru di Ndayu Park, Sepasang Beruang Madu dari Kalimantan

Taman satwa Ndayu Park Sragen kedatangan dua anggota baru berupa dua beruang madu yang didatangkan dari Kalimantan.

Solopos.com, SRAGEN — Taman wisata Ndayu Park, Karangmalang, Sragen, menambah koleksi satwa berupa sepasang beruang madu. Satwa yang dilindungi negara itu tiba di Ndayu Park pada Rabu (7/2/2018) sore.

Keberadaan sepasang beruang madu di Ndayu Park merupakan hasil translokasi dari Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan persetujuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jateng. Sepasang beruang tersebut tiba di Ndayu Park Rabu sekitar pukul 17.00 WIB.

Satwa itu langsung ditempatkan di kandang berukuran sekitar 2,5 meter x 3,5 meter persegi yang telah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. “Semoga kedatangan sepasang beruang madu ini daya tarik Ndayu Park,” ujar Direktur Taman Wisata Ndayu Park Sragen, Untung Wibowo Sukowati, saat diwawancarai wartawan, Kamis (8/2/2018).

Bowo, panggilan akrabnya, menjelaskan translokasi sepasang beruang tersebut sudah melalui proses panjang. Setelah dilakukan berbagai tahap verifikasi dan uji kelayakan akhirnya translokasi disetujui.

Anggota staf Ndayu Park, Puput Priyanto, saat diwawancarai wartawan, Kamis, mengatakan sepasang beruang madu yang baru didatangkan termasuk satwa yang dilindungi negara. Dia mengakui prosedur mendatangkan sepasang beruang itu sangat ketat.

Sebelum dikirim dari Kalteng sepasang beruang tersebut diperiksa dokter hewan. Begitu juga saat tiba di Kota Solo.

“Prosedur sangat ketat, sebelum dikirim diperiksa kesehatan dokter hewan di Kalteng. Setiba di sini kami bawa tiga dokter, begitu dinyatakan bagus, baru kami bawa ke Ndayu Park,” ujar dia.

Puput menjelaskan sepasang beruang madu dalam kondisi sehat selama di Ndayu Park. Namun dia mengakui butuh waktu dua hingga tiga hari ke depan agar mereka beradaptasi dengan suhu tempat tinggal baru mereka.

Ihwal makanan yang disiapkan bagi sepasang beruang tersebut menurut Puput berupa buah, nasi, susu, dan madu. Sedangkan untuk daging segar justru tidak direkomendasikan untuk diberikan.

Ndayu Park merupakan taman wisata seluas lima hektare di Karangmalang, Sragen. Di dalam taman tersebut terdapat mini zoo seluas lebih kurang satu hektare yang dihuni berbagai satwa.

Koleksi satwa minizoo Ndayu Park seperti sepasang kerbau bule, ular, buaya, burung, dan rusa. “Untuk nama sepasang beruang madu kemungkinan kami pakai nama di Kalteng,” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…