Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa (kedua dari kiri) berfoto bersama seusai melakukan penandatanganan kerjasama dengan sejumlah pimpinan media massa di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur, Sleman, Kamis (8/2/2018). (Harian Jogja/Sunartono) Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa (kedua dari kiri) berfoto bersama seusai melakukan penandatanganan kerjasama dengan sejumlah pimpinan media massa di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur, Sleman, Kamis (8/2/2018). (Harian Jogja/Sunartono)
Jumat, 9 Februari 2018 07:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

UNY Mantapkan Persiapan Jadi Universitas Kelas Dunia

UNY optimistis pada 2025 akan memantapkan diri sebagai universitas kelas dunia

Solopos.com, SLEMAN-Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memantapkan diri untuk menuju world class university atau universitas kelas dunia pada 2025 mendatang. Kampus ini terus menggenjot peningkatan karya tulis ilmiah agar bisa menjadi referensi bagi masyarakat.

Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa menjelaskan, pengembangan UNY menuju universitas kelas dunia telah direncanakan sejak 2017 hingga 2025 mendatang. Pada 2018, pihaknya berusaha mempertahankan berada di sepuluh besar nasional serta menargetkan berada di peringkat 85 Asia Tenggara dan 400 besar Asia, pada 2017 sendiri UNY telah berada di 450 besar Asia.

“Kami juga tengah menyiapkan PTN BH [Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum] pada 2018 ini sehingga PTN BH ini bisa kami usulkan di 2019 mendatang,” terangnya dalam acara Media Gathering di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur, Sleman, Kamis (8/2/2018).

Ia menambahkan, pada 2019 menargetkan berada di sembilan besar nasional serta di urutan 75 Asia Tenggara dan 350 besar se-Asia, kemudian target 1000 besar dunia, 300 Asia dan 70 Asia Tenggara di 2020. Pihaknya optimistis pada 2025 akan memantapkan diri sebagai universitas kelas dunia dengan berada di 500 besar universitas bidang pendidikan.

Sutrisna menambahkan, untuk meningkatkan peringkat, pihaknya terus mendorong dosen untuk melakukan penelitian. Ia mewajibkan para dosen untuk meneliti, sehingga capaian hasil karya yang termuat di jurnal terindeks scopus terus meningkat.

Per Februari 2017, UNY hanya mampu menghasilkan 128 karya termuat di jurnal terindeks scopus atau berada di peringkat 51 nasional. Per Januari 2018, UNY telah mampu menghasilkan 260 karya terindeks scopus dengan peringkat 36. “Insentif kepada dosen untuk melakukan penelitian juga terus ditingkatkan,” ungkap dia.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…