Rapat kerja STTNAS yang berlangsung 5-8 Februari lalu. (Foto Istimewa) Rapat kerja STTNAS yang berlangsung 5-8 Februari lalu. (Foto Istimewa)
Jumat, 9 Februari 2018 22:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

STTNAS Bertekad Masuk 100 Kampus Terbaik se-Indonesia

STTNAS gelar rapat kerja 2018.

Solopos.com, SLEMAN–Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) menargetkan beberapa  capaian pada 2018. Hal tersebut disampaikan Ketua STTNAS Ircham dalam Rapat Kerja (raker) STTNAS pada 5-8 Februari lalu di ruang seminar Core Hotel Jogja.

Raker STTNAS 2018 bertema Menuju STTNAS Peringkat 100 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia. Ketua STTNAS  memaparkan pemeringkatan STTNAS saat ini menurut Kemenristekdikti ada di posisi 203. Pada 2018, STTNAS akan fokus pada peningkatan kualitas dosen dan pembelajaran, mengirimkan studi lanjut S3, meningkatkan produktivitas daya saing penelitian dan pengabdian masyarakat, menciptakan produk inovasi, peningkatan kerja sama di dunia industri atau perusahaan untuk membangun skema LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang bertaraf standar nasional (BNSP).

Selain itu, meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa, peningkatan kualitas laboratorium, peningkatan kerja sama perguruan tinggi luar negeri. Saat ini STTNAS telah bekerja sama dengan beberapa negara Asia di antaranya China, India, Malaysia, Taiwan dan lainnya. Pada rajer kali ini, STTNAS kembali mempertajam rencana untuk mencapai visi STTNAS yaitu Center of
Exellence pada 2026.

Untuk itu, lanjut Ircham, semua pihak terkait harus mampu memenuhi target capaian yang ingin dikejar, termasuk di dalamnya melahirkan inovasi-inovasi terbaru.

Ketua Panitia Raker STTNAS Subardi menambahkan raker STTNAS kali ini diikuti sebanyak 57 peserta terdiri dari unsur pimpinan STTNAS, ketua jurusan, senat, kepala bagian unit, dan unsur administrasi STTNAS.

“Raker ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan jelas akan arah pengembangan STTNAS ke depan, dan memperolah gambaran tentang program prioritas,” ujar Subardi.

Ia mengungkapkan beberapa tahun ini STTNAS telah menunjukkan dan berhasil meraih beberapa prestasi yang membanggakan serta telah bersanding dengan beberapa perguruan tinggi di DIY. Selain itu, STTNAS juga menghasilkan beberapa inovasi yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, saat ini siapapun yang mampu menguasi inovasi maka dia lah yang menjadi pemenang dalam permainan global. Maka dalam raker ini peserta harus mampu menjawab  beberapa isu strategis global yang diwujudkan dalam program kerja yang baik.

“Akreditasi B STTNAS adalah sebuah pencapaian dan masih akan memaksimalkan tujuan utama untuk menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi serta harus dibuktikan kepada masyarakat bahwa kami memang berkualitas,” kata Subardi melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (9/2/2018).

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…