Suasana doa bersama dihadiri seniman dan warga sekitar untuk almarhum Gareng Rakasiwi di Rumah Budaya Tembi, Jumat (9/2/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi) Suasana doa bersama dihadiri seniman dan warga sekitar untuk almarhum Gareng Rakasiwi di Rumah Budaya Tembi, Jumat (9/2/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)
Jumat, 9 Februari 2018 14:27 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Selamat Jalan Gareng Rakasiwi

Wisben Antoro tidak menyangka Gareng pergi secepat itu

Solopos.com, BANTUL-Kabar duka kembali menyelimuti dunia seni DIY. Seniman sekaligus pelawak Gareng Rakasiwi tutup usia di umur 54 tahun di RS Adelia Tamanan, Banguntapan, Bantul, Jumat (9/2/2018) pukul 03.30 WIB. Gareng meninggalkan kesan yang mendalam untuk teman-teman seniman.

Wisben Antoro, pelawak sekaligus seniman mengatakan, dirinya tidak menyangka Gareng pergi secepat itu. Diakuinya, dia masih berjalan-jalan dengan Gareng saat pentas di Jakarta. “Gak ada pertanda. Hanya saja tangannya bergetar, soalnya venuenya itu ACnya dingin. Saya suruh makan, dia gak mau,” kata Wisben, Jumat (9/2/2018).

Almarhum Gareng pun kembali ke DIY, Kamis (8/2/2018) pada pukul 22.00 WIB. Setelah sampai rumah, Wisben mengatakan, keluarga Gareng bercerita almarhum mengeluh masuk angin dan keluarga membawanya ke RS Adelia tepat di depan kediamannya. Takdir pun berkata Gareng harus berpulang pukul 03.00 WIB.

Wisben mengatakan, semasa hidup, Gareng dikenal sebagai orang yang lembut. Namun ketika tampil di atas panggung, dia bak macan bergas yang penuh semangat. Wisben yang baru masuk ke panggung lawak pada 1996 itu pun banyak berguru dari profesionalitas sosok Gareng. “Tidak pernah marah juga, sekali marah, dilampiaskan untuk bikin meja kayu,” kenang Wisben.

Wisben pun ingat sebelum kepergian Gareng, Gareng sempat membangunkan dapur untuk istri Gareng. Seniman lainnya, Dalijo, mengatakan, Gareng adalah sosok yang sangat profesional namun di sisi lain juga humanis. “Selalu tulus dan ikhlas dalam bekerja, saya mengagumi dia,” kata Dalijo.

Djaduk Ferianto turut hadir di pemakaman seniman sekaligus pelawak Gareng Rakasiwi, di Dusun Ngotho, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Dia mengatakan, Gareng merupakan seniman yang hebat.  Djaduk sama sekali tidak menyangka atas kepergian Gareng, karena kemarin mereka baru saja bertemu di Jakarta.

“Gareng adalah seniman profesional yang selalu mempersiapkan diri menulis naskahnya sendiri sebelum maju ke panggung lawak,” papar dia.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…