lokasi patung ribut waidi. Pertigaan di Jl. Teuku Umar, Karangrejo, Semarang, tampak kosong, Kamis (8/2/2018). Di tempat itu biasanya berdiri patung legenda PSIS Semarang, Ribut Wahidi. (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)
Jumat, 9 Februari 2018 15:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PSIS SEMARANG
Patung Ribut Waidi Rusak, Begini Reaksi Suporter PSIS

PSIS Semarang, salah satu legendanya Ribut Wahidi dihormati oleh para suporter.

Solopos.com, SEMARANG – Suporter PSIS Semarang yang tergabung dalam kelompok Panser Biru sangat menyesalkan rusaknya patung Ribut Wahidi. Mereka menganggap patung legenda PSIS Semarang itu sakral dan seharusnya dijaga jangan sampai rusak.

“Kami menyayangkan insiden itu. Seharusnya sebelum diangkat untuk dipindahkan, pihak pekerja sudah memperkirakan berat patungnya. Bagaimana pun juga patung Ribut Waidi itu sangat sakral bagi pecinta PSIS Semarang. Dia adalah legenda sepak bola Semarang dan juga Indonesia,” ujar Sekretaris Umum DPP Panser Biru, Wisnu Adi, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (8/2/2018).

Patung Ribut Waidi yang selama ini terletak Jl. Teuku Umar, tepatnya di pertigaan Karangrejo, Jatingaleh, Semarang atau sebelah selatan Kantor PLN Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DJTY) itu rusak. Kerusakan terjadi saat patung pemain yang membawa PSIS Semarang meraih gelar juara kali pertama dalam kompetisi persepakbolaan Tanah Air pada 1987 itu, hendak dipindahkan oleh para pekerja dari Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Semarang, Rabu (7/2/2018) siang.

[Baca juga Mau Dipindah Patung Legenda PSIS Semarang Malah Rusak]

“Kami menyesalkan langkah pemerintah memindahkan patung Ribut Waidi itu hingga rusak. Pemkot harus memberikan gantinya dan dikembalikan seperti semula,” ujar Wisnu.

Sementara itu, Kabid Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Jaiz Suyono, menyatakan permintaan maaf hingga terjadi insiden rusaknya patung Ribut Waidi itu.

“Iya, kemain kami sudah mulai memindahkan patung itu. Tapi saat diangkat ternyata crane-nya enggak kuat. Kami akan perbaiki, saat ini kami sudah memesankan patung yang baru ke pembuatnya yang dulu,” ujar Jaiz kepada Semarangpos.com, Kamis siang.

Pemkot Semarang memang sudah sejak lama berencana memindahkan patung Ribut Waidi di lokasi itu. Patung Ribut Waidi yang tengah menggiring bola itu dipindahkan karena dianggap mengganggu akses bagi pengguna jalan yang melintas di Jl. Teuku Umar, Karangrejo.

Lokasinya yang berada tepat di pertigaan Karangrejo atau selatan Kantor PLN DJTY membuat akses kendaraan tersendat. Terlebih lagi, volume kendaraan di lokasi itu sangat padat terlebih saat jam-jam sibuk, baik pagi maupun sore hari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…