Relawan Roda asal Tawangmangu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tawangmangu ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Istimewa) Relawan Roda asal Tawangmangu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tawangmangu ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Istimewa)
Jumat, 9 Februari 2018 17:49 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA KARANGANYAR
Jelang Deklarasi, Relawan Roda Jalan Kaki ke Alun-alun

Pilkada Karanganyar diikuti oleh Roda.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sukarelawan pasangan calon bupati dan wakil bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Ida Retno Wahyuningsih dari Kecamatan Colomadu, Karanganyar jalan kaki menghadiri deklarasi Sukarelawan Rohadi-Ida (Roda) di Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. Mereka nekat jalan kaki bersama suka relawan Roda dari Tawangmangu.

Relawan Roda asal Colomadu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tohudan ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Iskandar/JIBI/Solopos)

Relawan Roda asal Colomadu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tohudan ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Iskandar/JIBI/Solopos)

“Sekarang ini kami masih menunggu teman-teman relawan berkumpul. Nanti kami akan berangkat bersama-sama dari Tohudan,” ujar Koordinator Sukarelawan Roda se-Karanganyar, Lilik Prihyanto ketika dihubungi melalui telepon seluler, Jumat sore.

Menurut dia selain sukarelawan Roda dari Colomadu, ada lagi dari kira-kira 80 sukarelawan dari Tawangmangu yang jalan kaki. Bahkan mereka yang dari Tawangmangu telah berangkat pada Jumat siang seusai Salat Jumat.

Dia menjelaskan dari ratusan sukarelawan Roda dari berbagai daerah yang menghadiri deklarasi di Alun Alun, hanya Colomadu dan Tawangmangu yang melakukan jalan kaki ke lokasi deklarasi di Alun Alun Karanganyar.

Dua Kutub

Relawan Roda asal Tawangmangu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tawangmangu ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Istimewa)

Relawan Roda asal Tawangmangu, Karanganyar siap jalan kaki dari Tawangmangu ke Alun Alun Karanganyar, Jumat (9/2/2018) sore. (Istimewa)

Sukarelawan Roda lainnya yang hadir di Alun Alun menggunakan kendaraan. “Colomadu kan merupakan daerah paling ujung barat Karanganyar, sementara Tawangmangu adalah ujung timur Karanganyar. Filosofinya antara dua kutub itu bertemu di tengah-tengah yaitu di pusat kota,” kata dia.

Ditanya kenapa mereka nekat jalan kaki menuju Alun Alun Karanganyar, karena mereka ingin menunjukkan kebulatan tekad. “Kalau dalam budaya Jawa mungkin biasa disebut sebagai laku atau ngelakoni,” ujar dia.

Dia menjelaskan pada Jumat malam kemarin para sukarelawan Roda se-Karanganyar mendeklarasikan diri bertekad mendukung pasangan Roda. Sukarelawan yang mendukung ini nanti setidaknya berasal dari 99 daerah.

Lilik menjelaskan angka 99 dinilai sebagai angka sakral. Angka itu dinilai identik dengan asmaul husna yang biasa dilafalkan untuk menyebut nama baik Allah.

Dia mengatakan angka 99 itu hanya sebagai simbul, sukarelawan Roda. Namun jumlah keseluruhan diperkirakan ratusan atau jauh lebih banyak dari 99. Iskandar

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…