Ilustrasi kampanye (nukltimedia.journalism.berkeley.edu) Ilustrasi kampanye (nukltimedia.journalism.berkeley.edu)
Jumat, 9 Februari 2018 05:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PILKADA 2018
MUI Solo Imbau Masyarakat Tak Gunakan Masjid untuk Kampanye

Pilkada 2018, MUI Solo melarang masjid dan musala menjadi tempat kampanye.

Solopos.com, SOLO — Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo meminta masyarakat tak menggunakan masjid dan musala untuk kampanye.

“MUI mempunyai tanggung jawab besar pada tahun politik ini,” kata Ketua MUI Solo Subari ketika dijumpai wartawan seusai pelantikan dan pengukuhan MUI Kota Solo periode 2017-2022 di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (8/2/2018).

Pelantikan dan pengukuhan dilakukan langsung Ketua MUI Jawa Tengah Achmad Darodji. Adapun pengurus MUI Solo mengalami estafet kepemimpinan dari Prof.Dr. Zainal Arifin yang menjabat sebagai Ketua MUI masa bakti 2012-2017 diganti Subari. Sementara ketua lama kini menjabat wakil ketua dewan pertimbangan MUI.

Lebih lanjut, Subari menguraikan  tahun politik menjadi agenda kerja jajaran kepengurusan MUI baru untuk andil memberikan payung penyejuk dan penyeimbang bagi masyarakat.

Salah satunya berpartisipasi menjaga kondusivitas selama gelaran Pilgub Jateng hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. MUI Solo berupaya mencegah tempat ibadah digunakan untuk kegiatan politik praktis.

“Kami hanya bisa memberi imbauan kepada masyarakat soal itu [potensi kerawanan tempat ibadah untuk kampanye],” katanya.

Ketua MUI Jawa Tengah Achmad Darodji menyampaikan MUI harus netral pada momentum apa pun, termasuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). MUI tidak boleh membicarakan calon kepala daerah agar tidak menjadi konflik.

“MUI itu tidak ke mana-mana, Dia [MUI] netral. Masuk bilik berbeda pilihan monggo (silahkan). Namun perbedaan itu hanya satu menit, ya di bilik itu saja,” katanya.

Sedangkan untuk menangkal isu SARA dan fitnah kampanye hitam MUI Jateng berencana melakukan khotbah serentak di 35.000 masjid. Khotbah itu untuk memberikan pemahaman agar masyarakat tidak mudah tersulut provokasi utamanya dari media sosial.

“Dalam waktu dekat khotbah itu akan kami laksanakan. Ini sudah kita bicarakan dengan seluruh MUI di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap MUI memberikan payung kepada masyarakat. MUI sebagai payung besar organisasi massa (ormas) Islam harus mampu mengayomi masyarakat.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen menyukseskan pemilu yang akan berlangsung pada Juni mendatang.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…