Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko (JIBI/Solopos/Antara/Wisnu Adhi N.) Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko (JIBI/Solopos/Antara/Wisnu Adhi N.)
Jumat, 9 Februari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PERTANIAN JATENG
Wagub Dorong PPL Tingkatkan Profesionalitas demi Kedaulatan Pangan

Pertanian Jateng diharapkan Wagub Heru Sudjatmoko bisa mewujudkan kedaulatan pangan dengan PPL yang profesional.

Solopos.com, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mendorong para penyuluh pertanian lapangan (PPL) meningkatkan profesionalitas untuk mewujudkan kedaulatan pangan di daerah ini. “Penyuluh pertanian itu mempunyai peran strategis sekaligus menjadi ujung tombak dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan serta program pertanian lainnya,” tutur Wagub Heru Sudjatmoko di Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/2/2018).

Wagub menjelaskan bahwa Provinsi Jateng pada 2017 berhasil surplus beras karena kuantitas produksi berasnya mencapai dua kali lipat dari kebutuhan konsumsi masyarakat. Mantan Bupati Purbalingga itu menyebutkan jumlah produksi padi pada 2017 mencapai kurang lebih 11,372 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 6,865 juta ton beras.

“Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat yang sebesar 3,193 juta ton, Jateng masih surplus sebesar plus minus 3,672 juta ton,” papar kader PDI Perjuangan yang tak lagi dicalonkan partai politiknya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 itu.

Wagub mengatakan Pemprov Jateng juga terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kuantitas serta kualitas produksi padi. Langkah yang dilakukan antara lain dengan intensifikasi usaha tani tanaman pangan dan modernisasi pertanian, pencegahan, pengendalian, dan pemantauan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta melakukan mitigasi akibat bencana alam, banjir dan kekeringan.

Selain itu, dilakukan pula optimalisasi kebun benih dinas sebagai penghasil benih bermutu bersertifikat, serta penambahan/rehabilitasi infrastruktur pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Ada juga sertifikasi mutu hasil pertanian, melakukan analisa perekonomian usaha tani, pemantauan pasar, pengamatan susut hasil dan promosi pasar, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia di sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti menambahkan, saat ini di Jateng terdapat 1.790 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang telah memperpanjang kontrak kerja. “Kinerja THL-TBPP dianggap baik sehingga secara keseluruhan yaitu 1.790 orang telah melakukan kontrak kerja untuk 2018 dan para penyuluh kian dituntut untuk mampu menjadi inisiator, fasilitator, motivator, dan penghubung dalam pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…