Buruh tani memanggul padi saat panen raya di areal persawahan Penawangan, Grobogan, Jateng, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Buruh tani memanggul padi saat panen raya di areal persawahan Penawangan, Grobogan, Jateng, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Jumat, 9 Februari 2018 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/ Aji Styawan Feature Share :

FOTO PERTANIAN JATENG
Grobogan Panen Raya Padi

Pertanian Grobogan, Jateng panen raya padi.

Di tengah musim penghujan 2018, sebagian wilayah Jawa Tengah panen raya padi. Sebagian di antara wilayah itu kurang beruntung karena hamparan lahan pertanian padi yang siap panen justru kebanjiran. Namun, tidak demikian halnya dengan petani di Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jateng, Selasa (6/2/2018).

Buruh tani dikerahkan untuk beramai-ramai memanen padi. Para buruh pemanen padi tersebut diberi upah antara Rp40.000/kuintal hingga Rp55.000/kuintal, tergantung jarak tempuh panen. Rata-rata mereka mendapatkan upah Rp130.000/hari atau memanen sekitar 2,5 kuintal gabah/orang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…