Mobil Ford Viesta milik Maryanto yang dipecah kacanya oleh pelaku pencurian saat diparkir di depan Kecamatan Panggang pada Selasa (2/5/2017). (Foto Istimewa) Mobil Ford Viesta milik Maryanto yang dipecah kacanya oleh pelaku pencurian saat diparkir di depan Kecamatan Panggang pada Selasa (2/5/2017). (Foto Istimewa)
Jumat, 9 Februari 2018 18:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PENCURIAN SUKOHARJO
Ditinggal Salat Jumat, Kaca Mobil Dipecah dan Tas Berisi Uang Diambil Pencuri

Pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sukoharjo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sukoharjo, Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 12.00 WIB. Kali ini, pelaku memecah kaca mobil dan menggasak uang senilai Rp1 juta milik Bambang Supriyanto, warga Dusun Gondangrejo, Kecamatan Nogosari, Boyolali, di sekitar Masjid Nur Qoriah, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, Bambang mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih berpelat nomor B 1702 POY itu sendirian. Bambang berhenti dan memarkir mobilnya di sekitar masjid karena hendak menunaikan Salat Jumat di masjid itu. Lokasi masjid terletak di lingkungan permukiman warga.

Saat Bambang dan jamaah masjid menunaikan salat, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari deretan mobil yang diparkir di pinggir jalan. Sesaat kemudian, terdengar suara knalpot sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi. Alarm mobil milik Bambang berbunyi meraung-raung.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan pelaku diduga mengendarai sepeda motor. Mereka beraksi saat korban tengah menunaikan Salat Jumat.

“Saat rakaat kedua [Salat Jumat] terdengar dentuman keras dibarengi bunyi alarm mobil. Para jamaah keluar masjid setelah rampung menunaikan salat,” kata dia saat ditemui wartawan, Jumat.

Baca:

Kaca Mobil Kepala SDN 1 Tawang Dipecah, Uang Rp3 Juta Raib

Ditinggal di Mobil, Dana Desa Madegondo Rp313 Juta Raib

Bambang lantas lari menuju mobilnya. Kaca mobil sisi kiri bagian depan pecah dan hancur berantakan. Tas berisi uang senilai Rp1 juta raib digasak pelaku. Tas itu diletakkan di kursi mobil bagian depan.

“Korban tidak melapor ke polisi. Selain itu, tidak ada kamera closed circuit television [CCTV] dan saksi yang melihat langsung kejadian. Ini yang menjadi kendala dalam proses penyelidikan,” papar dia.

Menurut Kapolsek, aksi pencurian bermodus pecah kaca mobil marak terjadi di Kabupaten Jamu selama beberapa hari ini. Kali terakhir, kasus serupa menimpa Kepala SDN 1 Tawang, Kecamatan Weru, Sugeng Riyanto, di jalan raya Tawangsari-Sukoharjo, Senin (5/2/2018). Akibat kejadian itu, tas berisi uang senilai Rp3 juta di dalam mobil Sugeng raib.

Aparat kepolisian bakal berpatroli keliling untuk menjaga kondusivitas keamanan. Selain itu, mereka disebar saat pelaksanaan Salat Jumat di setiap masjid di wilayah Sukoharjo Kota. Hal ini untuk mengantisipasi aksi pencurian itu kembali terulang.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…