Ilustrasi kecelakaan yang menyebabkan korban tenggelam (Dok/Solopos) Ilustrasi tenggelam (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 9 Februari 2018 18:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

ORANG TENGGELAM SRAGEN
Main Sendirian, Bocah 4,5 Tahun Kalap di Pinggir Bengawan Solo

Bocah berusia 4,5 tahun asal Sidoharjo, Sragen, meninggal karena tenggelam di pinggir Bengawan Solo saat bermain sendirian.

Solopos.com, SRAGEN — Bocah berusia 4,5 tahun, Hanif Tomini Niam, asal Dukuh Sembukan RT 014, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, ditemukan mengapung di persawahan yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo, Jumat (9/2/2018) pukul 08.00 WIB.

Bocah itu tenggelam diduga karena terpeleset saat bermain sendirian di persawahan yang berjarak 25 meter-30 meter dari rumahnya. Peristiwa itu bermula saat Hartono, 45, dan istrinya, Ngatmi, 40, sibuk membersihan rumah pada pukul 07.00 WIB.

Mereka tak memperhatikan anak laki-laki mereka yang bermain sendirian di sekitar rumah. Mereka baru sadar tidak melihat anak tersebut, Hanif, pada pukul 07.30 WIB. Mereka mencari Hanif ke lingkungan sekitar dan bertanya kepada tetangganya tetapi tidak menemukan Hanif.

Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Jumat sore, mengatakan saat mencari Hanif, Hartono dan Ngatmi bertemu Rebo, 55, dan Fery Budianto, 30. Mereka meminta bantuan dua petani itu untuk mencari Hanif.

“Tiba-tiba datang Suparmin, 45, dan mengajak orang tua Hanif dan warga lainnya untuk mencari di sawah. Mereka menemukan jejak anak kecil di jalan persawahan. Mereka menelusuri di Sungai Bengawan Solo. Akhirnya mereka menemukan Hanif mengambang di persawahan yang terkena luapan Bengawan Solo,” ujar Agus Taruna.

Kejadian itu dilaporkan warga ke Polsek Sidoharjo. Agus berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sragen dan Puskesmas Sidoharjo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Agus menjelaskan hasil pemeriksaan luar, lidah tergigit, hidung mengeluarkan air, perut berisi air, dan dubur mengeluarkan kotoran.

“Tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal diduga karena tenggelam,” ujarnya.

Jenazah korban pun diserahkan ke keluarga. Kepala Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Sutaryo, mengatakan bocah itu bermain sendirian sehingga kejadian meninggalnya anak itu tidak ada warga yang menyaksikan. Dia menjelaskan jarak lokasi anak itu ditemukan dengan rumah hanya 25 meter-30 meter.

“Kedalaman sawah yang tergenang air luapan Bengawan Solo itu setinggi 50 sentimeter. Luapan airnya masih di sekitar bantaran sungai belum masuk ke permukiman. Ya, bisa jadi karena terpeleset,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…