Polsek Prambanan menggelar barang bukti kasus pencurian saat melakukan jumpa pers di Halaman Polsek Prambanan Jumat (9/2/2018). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Polsek Prambanan menggelar barang bukti kasus pencurian saat melakukan jumpa pers di Halaman Polsek Prambanan Jumat (9/2/2018). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 9 Februari 2018 17:41 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Mantan Murid Bobol SMP di Prambanan

Pelaku yang merupakan mantan siswa SMP 3 Prambanan ditengarai sudah paham lingkungan sekolah.

Solopos.com, SLEMAN–Polsek Prambanan membekuk dua orang pembobol sekolah yang mencuri enam proyektor di SMP 3 Prambanan. Salah satu pelaku merupakan mantan siswa sekolah tersebut.

Kapolsek Prambanan Kompol Sri Anggraini mengatakan dua pelaku yang telah membobol SMP 3 Prambanan pada Selasa (6/2/2018) lalu langsung diringkus sehari setelah beraksi. Pelaku yakni Antonius Danang Supriyanto alias Danang, 33, dan Leonardo Dwi Bagus Krusdiyanto alias Bagus, 22. Keduanya tercatat sebagai warga Dusun Jaligampeng, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman.

“Keduanya pelaku profesinya sebagai buruh. Tapi salah satu pelaku, yakni Bagus pernah sekolah di sana [SMP 3 Prambanan] sampai kelas 2, sehingga dia sangat menguasai medan. Sedangkan Danang merupakan seorang residivis kasus pencurian,” kata dia kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Karena mengetahui seluk beluk lingkungan sekolah, kedua pelaku tergolong cepat dalam menjalankan aksinya. Untuk membobol sejumlah ruangan dan menggasak enam proyektor, satu unit laptop serta satu ponsel, mereka hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.

“Kebetulan memang penjaga sekolah tidak tinggal di sekolah. Sekitar pukul 22.00 WIB sudah tidak ada yang jaga, mereka [kedua pelaku] memanjat pagar sekolah lalu mengambil barang-barang,” kata Sri.

Untuk membawa barang hasil curian yang diperkirakan nilainya mencapai Rp36 juta itu, mereka menggunakan sebuah tas yang telah dipersiapkan. Berhasil menjalankan aksinya seluruh barang diangkut menggunakan motor. Sebelum dijual, hasil curian itu dititipkan di sebuah rumah milik teman salah seorang pelaku di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kalten, Jawa Tengah.

“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penyelidikan. Dua orang yang diduga menjadi pelaku langsung kami kerjar. Mereka [dua pelaku] kami tangkap di lokasi yang berbeda,” jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut selain mendaptkan sejumlah barang bukti hasil curian. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti dua sepeda motor matik, kunci pas, obeng, dan tang yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

“Mereka [kedua pelaku] disangkakan telah melanggar pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ujarnya.

Sementara itu, Bagus mengaku nekat mencuri karena sedang kepepet dan butuh uang. Pasalnya hasil bekerja sehari-hari sebagai buruh bangunan tidak cukup untuk mengangsur cicilan sepeda motor yang baru ia beli.

Selain itu, dia mengakui pernah mengenyam pendidikan hingga kelas II di sekolah yang dia gasak bersama dengan Danang tersebut. “Sekolahnya 2012 tapi tidak lulus,” kata Bagus.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…