Napoli (JIBI/REUTERS/Alberto Lingria)
Jumat, 9 Februari 2018 22:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Italia Share :

LIGA ITALIA
Napoli Vs Lazio: Pembuktian Kandidat Terkuat

Liga Italia akan menyajikan laga Napoli vs Lazio.

Solopos.com, NAPLES — Emanuele Giaccherini tiba-tiba membuat gonjang-ganjing dengan pernyataannya terhadap Pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Eks anak buah Sarri yang kini membela Chievo itu menyebut Napoli tidak akan pernah memenangi gelar sepanjang masih ditangani Sarri.

Pernyataan Giaccherini kontradiktif dengan sejumlah legenda bola seperti Ronaldo dan Esteban Cambiasso yang menginginkan Napoli meraih scudetto musim ini. “Dia punya problem hubungan dengan skuat,” ujar Giaccherini kepada Gazzetta dell Sport seperti dilansir Football Italia, Jumat (9/2/2018).

Giaccherini pun membeberkan dua musimnya yang menderita bersama Napoli, 2016-2018. Dalam kurun waktu itu, dia hanya bermain selama 344 menit di Seri-A. Eks pemain Juventus ini pun memutuskan hijrah ke Chievo bulan lalu karena merasa tak dibutuhkan sang pelatih.

“Bagi dia, hanya ada 14-15 pemain [di Napoli]. Jika Anda ingin memenangi sesuatu, Anda harus membuat semuanya merasa penting,” ujar Giaccherini yang “dipaksa” bermain sebagai winger oleh Sarri, meninggalkan posisi aslinya yakni gelandang tengah.

Sarri agaknya tak perlu membalas curhatan sakit hati mantan pemainnya. Dia hanya perlu menularkan konsistensi bagi Napoli saat menjamu Lazio di San Paolo, Minggu (11/2/2018). Kemenangan atas tim kuat seperti Lazio tak hanya akan membuat Partenopei tetap kokoh di puncak klasemen, melainkan juga memberi semangat berlipat untuk meraih scudetto di akhir musim.

Eks gelandang Inter Milan dan Timnas Argentina, Esteban Cambiasso, meyakini Napoli didukung banyak orang untuk juara musim ini. “Mereka disukai bukan hanya karena berada di posisi pertama, melainkan juga karena permainan mereka. Napoli dikagumi semua orang dan membangun simpati, bukan ketidaksukaan,” ujar Cambiasso.

Saat ini Marek Hamsik dkk. menguasai singgasana dengan 60 poin dari 23 pertandingan. Namun jika mereka gagal membekuk Lazio, bukan tak mungkin mereka akan dikudeta Juventus yang hanya selisih satu poin dari Napoli. Lazio sendiri bukanlah lawan ringan meski mereka gagal menang di tiga laga terakhir di semua ajang. Si Elang mampu mencuri dua kemenangan dan sekali imbang dalam empat kali lawatan terbaru ke San Paolo.

Perjuangan tuan rumah semakin berat karena Elseid Hysaj kemungkinan besar absen. Bek kanan asal Albania itu menderita demam yang membuatnya tak bisa berlatih dua hari terakhir. Kondisi Raul Albiol, Dries Mertens dan Jose Callejon juga belum 100% fit.

Lazio sendiri akan berjuang sekuat tenaga kembali ke trek kemenangan agar tak terlempar dari tiga besar. Meski sementara berada di peringkat ketiga, poin Ciro Immobile dkk. hanya berjarak dua poin dari AS Roma di peringkat kelima.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…