Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) mengobrol dengan wanita yang mengaku sebagai keturunan bangsa Tiongkok (kiri). (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) mengobrol dengan wanita yang mengaku sebagai keturunan bangsa Tiongkok (kiri). (Instagram-@hendrarprihadi)
Jumat, 9 Februari 2018 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Di Depan Wali Kota Semarang, Warga Etnis Tionghoa Ungkap Cinta Indonesia

Kisah unik menuat tatkala Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu dengan salah satu warga etnis Thionhoa yang mengungkapkan kecintaannya terhadap Indonesia.

Solopos.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertemu salah seorang warga etnis Tionghoa di Klenteng Tay Kak Sie, Jl. Gang Lombok, Kota Semarang. Kisah unik pun mencuat tatkala Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—mengobrol dengan warga tersebut.

Perempuan yang dijumpai Hendi itu mengungkapkan kecintaannya terhadap Indonesia langsung di hadapan sang wali kota. Karena kisah itu dianggap unik, Hendi pun kemudian memamerkan pengalamannya melalui rekaman video yang diunggah akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Rabu (7/2/2018).

Dalam video yang diunggah Hendi tersebut, si wanita menjelaskan dirinya ingin Indonesia semakin maju. “Demi Indonesiaku, semua harus oke,” ujarnya seperti pada video yang diunggah sang wali kota Semarang.

Si wanita itu juga mengungkapkan dirinya sangat mencintai Indonesia meski nenek moyangnya berasal dari Tiongkok. “Nenek moyang saya Chinese, tapi saya enggak pernah pulang ke China. Saya lahir di Desa Besuki, Jawa Timur,” ungkap si wanita dengan penuh semangat.

Besuki kini adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Situbondo yang pada masanya merupakan ibu kota Keresidenan Besuki di belahan timur Jatim. Eksistensi etnis Tionghoa di Besuki kerap disebut dalam catatan sejarah terkait konflik Mataram semasa berkuasa Amangkurat I.

Pada era sama, tepatnya 1724, di kebun lombok pesisir utara Semarang, mulai digunakan pula rumah pemujaan Kwan Sie Im Po Sat atau Dewi Welas Asih. Rumah ibadah yang kini dikenal sebagai Klenteng Tay Kak Sie itu hanya satu dari 10 kelenteng di kawasan pecinan Kota Semarang.

Dari kawasan pecinan itulah, pengusaha Tionghoa memasok senjata bagi pejuang kemerdekaan Indonesia. Dari kawasan yang warganya memegang teguh tradisi Tiongkok itu pula, para pelajar pejuang beretnis Tionghoa pada masa perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia berasal.

Tak tampak peduli dengan jejak sejarah lawan bicaranya, Hendi dalam video itu terlihat mengacungkan dua jempolnya terhadap wanita tersebut. Ia pun mengutip kalimat yang dilontarkan wanita tersebut pada keterangan video yang ia unggah.

“Demi Indonesia #NKRI harus oke #IndonesiaHebat #bhinnekatunggalika,” tulis politikus PDI Perjuangan itu.

Sontak kiriman itu kemudian menyita perhatian warganet di media sosial Instagram. Banyak yang memuji pernyataan wanita yang belum diketahui identitasnya itu, namun tak sedikit pula yang menyanjung Hendi lantaran dianggap sebagai wali kota yang benar-benar mampu menampung suara warganya secara langsung dan dianggap sebagai wali kota yang mampu menghargai perbedaan.

Belum genap satu jam diunggah, video yang memuat kisah unik milik wali kota Semarang itu sudah ditonton lebih dari 4.000 kali. Tak kurang dari 1.000 tanda suka (likes) juga menghiasi video tersebut. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…