Olah TKP oleh petugas kepolisian Gunungkidul di kantor Mandala Finance dan Indosat Ooredoo di jalan Brigjen Katamso, Kepek, Wonosari, Jumat (9/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Olah TKP oleh petugas kepolisian Gunungkidul di kantor Mandala Finance dan Indosat Ooredoo di jalan Brigjen Katamso, Kepek, Wonosari, Jumat (9/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Jumat, 9 Februari 2018 11:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Kasus Pembobolan di Gunungkidul Masih Didalami

Polisi masih menggali informasi tentang kejadian tersebut

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Polres Gunungkidul masih melakukan pendalaman tekait kasus pembobolan kantor Mandala Finance dan Indosat Ooredoo di jalan Brigjen Katamso, Kepek, Wonosari, Jumat 99/2/2018).

Kasat Reskrim, Polres Gunungkidul AKP Rudy Prabowo mengatakan, terkait kasus ini sedang dilakukan pendalaman. “Kami gabungan dari polres dan polsek masih cek dan gali informasi terkait kasus ini, barang-barang apa yang diambil masih kita inventarisir,” ujar dia, Jumat (9/2/2018).

Dugaan sementara, pelaku melancarkan aksinya pada malam hari dan mencongkel pintu. Rudy mengatakan, sempat ada upaya perusakan bagian CCTV di kantor Mandala Finance, sementara di kantor Indosat memang tidak dilengkapi CCTV.

Terkait pembobolan tersebut ada hubungannya dengan kasus pembobolan di BPR beberapa waktu yang lalu, Rudy belum dapat memastikan. “Kami tidak bisa mengarahkan, masih berusaha agar segera ada titik temu, kita dalami dulu,” ujarnya.

Salah seorang Office Boy (OB) Mandala Finance Toni Efendi mengaku menjadi yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut. Ia mendapati gembok sudah tidak ada. “Pertama datang pukul 07.30 WIB. Kondisi rolling door sudah agak terbuka, gembok sudah tidak ada. Sempat masuk sebentar di ruangan server CCTV yang berantakan,” ujarnya.

Petugas OB kantor Indosat Ooredoo Rohmat Widiyanto mengatakan, kondisi pintu kantornya juga mirip dengan kondisi kantor Mandala Finance yang berada disampingnya. “Pertama yang OB Mandala Finance itu melihat kondisi pintunya sudah dibobol. Setelah itu saya lihat juga kondisi pintu kantor [Indosat Ooredoo], kondisinya sama sudah agak terbuka dan gembok hilang,” kata dia.

Dia mengatakan, kondisi brankas di gudang kantornya dirusak menggunakan linggis. “Di dalam ada empat brankas. Satu brankas besar isinya masih utuh seperti HP dan uang. Tiga brankas kecil yang isinya kartu perdana, dua mengalami kerusakan. Kartu-kartu perdana sudah berceceran. Sepertinya bekas dari linggis,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…