Puluhan anak SD bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan jalan baru Pucang-Puskesmas Sambungmacan, Kamis (8/2/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Puluhan anak SD bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan jalan baru Pucang-Puskesmas Sambungmacan, Kamis (8/2/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Februari 2018 03:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
Proyek Pembangunan 6 Jembatan Senilai Rp20 Miliar Dilelang

Pemkab Sragen mulai melelang proyek pembangunan enam jembatan yang menelan dana Rp20 miliar.

Solopos.com, SRAGEN — Pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBD 2018 pada tahap I mulai memasuki tahapan lelang pengadaan barang dan jasa di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sragen pada Februari ini. Lelang tahap I tersebut merupakan lelang pekerjaan enam jembatan yang menelan anggaran hampir Rp20 miliar.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, di sela-sela peresmian jalan Pucang-Puskesmas Sambungmacan sepanjang 1,9 km bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (8/2/2018). Kegiatan peresmian jalan hasil pekerjaan 2017 itu bersamaan dengan kegiatan Tilik Kembang Desa (TKD).

Dalam peresmian itu, Bupati tidak memotong pita sendiri. Yuni, sapaan Bupati, berbaur dengan puluhan anak sekolah dasar yang mengenakan seragam pramuka. Bupati kemudian meminta anak-anak SD berkumpul di belakang pita yang melintang di jalan yang dibangun dengan anggaran Rp2,25 miliar itu.

“Ayo dihitung ya. Satu…dua…tiga…,” ujar Yuni yang diikuti seruan riuh anak-anak SD.

Seusai memotong pita peresmian, mereka pun berfoto bersama. Yuni melanjutkan perjalanan menuju ke Puskesmas II Sambungmacan untuk pengarahan dan kunjungan ke Desa Gringging, Sambungmacan, sebagai lokasi TKD.

“Ya, ini peresmian jalan yang keenam. Nanti sore juga ada peresmian jalan ketujuh di Jalan Made-Jatisumo Sambungmacan. Evaluasi pekerjaan jalan sudah bagus baik kualitas dan kuantitasnya. Konstruksinya kuat dan pengawasannya ketat,” ujar Marja.

Dia menjelaskan pekerjaan infrastruktur pada 2018 dilaksanakan secara bertahap. Pekerjaan fisik jalan mulai masuk lelang tahap II karena cuaca dengan intensitas hujan masih cukup tinggi.

Lelang tahap I ini, sebut dia, untuk pekerjaan infrastruktur jembatan. Pembangunan jembatan paling besar yakni Jembatan Muneng yang menghubungkan Desa Bagor dan Gilirejo Lama senilai Rp10 miliar. Jembatan itu lebarnya mencapai 6 meter dan panjangnya 150 meter.

“Selain itu masih ada lima paket jembatan lainnya, yakni Jembatan Karanganyar senilai Rp3,565 miliar yang menghubungkan Desa Bedoro dan Karanganyar di Sambungmacan. Kemudian Jembatan Walisongo di Sungkul, Karangmalang, tetapi lupa nilainya. Jembatan Pilangrejo di Guworejo Karangmalang senilai Rp2,3 miliar. Selain itu ada pelebaran Jembatan Bapang Kalijambe senilai Rp380 juta,” ujar Marija.

Dia menjelaskan pembangunan Jembatan Gejikan di Kliwonan-Pilang itu memang sempat tertunda pada 2017. Dia merencanakan pembuatan detail engineering design (DED) lagi yang disinergikan dengan Jembatan Pilang-Butuh yang melintang di Bengawan Solo.

Dia mengungkapkan ada satu jembatan lagi yang terkendala teknis, yakni Jembatan Musuk, Sambirejo, yang masih terkendala masalah kontur tanah yang ambles dan bergerak.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…