Perlintasan KA Purwosari terpantau padat hingga pertigaan Kerten saat pengalihan arus simulasi proyek flyover Manahan, Solo. (M.Ferri Irawan/JIBI/Solopos) Perlintasan KA Purwosari terpantau padat hingga pertigaan Kerten saat pengalihan arus simulasi proyek flyover Manahan, Solo. (M.Ferri Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Februari 2018 07:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Soal Flyover Purwosari Dibangun Bersamaan dengan Manahan, Ini Tanggapan Dishub

Flyover Purwosari tak bisa dibangun bersamaan dengan flyover Manahan karena DED-nya belum jadi.

Solopos.com, SOLO — Pembangunan flyover Purwosari Solo hampir tidak mungkin dikerjakan bersamaan dengan flyover Manahan. Hal itu karena hingga saat ini, detail engineering design (DED) flyover Purwosari belum jadi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pun belum menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk diterapkan saat jalan layang Purwosari dibangun. Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyebut idealnya skema rekayasa lalu lintas tersebut dibuat setelah proses penyusunan DED pembangunan flyover Purwosari selesai.

Hingga sekarang, DED pembangunan flyover Purwosari belum jadi. Hari enggan berandai-andai terkait skema rekayasa lalu lintas yang bakal diberlakukan jika proyek flyover Manahan dikerjakan bersamaan dengan Purwosari. (baca: Flyover Purwosari dan Manahan Dibangun Bersamaan, Awas Masyarakat Solo Stres di Jalan)

“Kami tidak bisa komen. DED flyover Purworsari saja belum jadi. Masih jauh lah. Kalau yang Manahan katanya sudah selesai lelang. Tapi Purwosari nek kon crita, ya saya enggak bisa. Enggak bisa berandai-andai,” kata Hari saat berbincang Solopos.com, Kamis (8/2/2018).

Hari menambahkan Dishub siap saja mendukug program Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang menginginkan proyek flyover Manahan dikerjakan bersamaan dengan Purwosari. Hari menuturkan hingga kini yang jelas Dishub belum mendapat kepastian terkait kapan flyover Purwosari bakal dikerjakan.

Dishub bakal menyusun skema rekayasa lalu lintas setelah mendapat kepastian terkait waktu maupun skema pembangunan flyover tersebut. “Potensi macet? Aku emoh komentar. Ya kalau perintah Pak Wali Kota, harus didukung. Tapi kami kan engak bisa berandai-andai karena DED flyover Purwosari juga belum jadi. Masih jauh kalau bahas rekayasa lalinnya,” tutur Hari.

Hari menyebut soal skema rekayasa lalu lintas pembanguan flyover Manahan saja, Dishub belum mengeluarkan keputusan. Dishub dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek flyover Manahan guna membahas skema pembangunan.

Dishub perlu mengetahui apakah flyover Manahan dibuat sisi utara dulu atau sisi selatan dulu atau malah bisa langsung dikerjakan dari dua sisi. “Kalau Manahan, kami sudah berencana melakukan simulasi. Ini dalam proses. Kami mau ketemu dulu dengan PPK-nya. Saya ingin mengetahui skema pembangunan flyover. Kami juga akan menemui pihak yang mengerjakan,” jelas Hari.

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…