Dubes Mansyur Pangeran (mengenakan jas, tengah) menunjukkan replika Pesawat CN-235 kepada Perdana Menteri Senegal Mahammed Boun Abdallah Dionne pada acara Pameran Dagang Internasional Kaolack/Foire Internationale de Kaolack (FIKA) ke-3 beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa) Dubes Mansyur Pangeran (mengenakan jas, tengah) menunjukkan replika Pesawat CN-235 kepada Perdana Menteri Senegal Mahammed Boun Abdallah Dionne pada acara Pameran Dagang Internasional Kaolack/Foire Internationale de Kaolack (FIKA) ke-3 beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)
Jumat, 9 Februari 2018 23:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Indonesia Kian Populer di Senegal

Indonesia diundang sebagai tamu kehormatan pada pameran dagang.

Solopos.com, JOGJA–Lagi-lagi Indonesia kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Senegal. Diundang sebagai tamu kehormatan pada Pameran Dagang Internasional Kaolack/Foire Internationale de Kaolack (FIKA) ke-3 yang akan digelar pada 1-14 Februari 2018 di Provinsi Kaolack (± 200 kilometer dari Dakar), citra positif Indonesia di mata warga Senegal kini kian meningkat.

Dikampanyekan lebih dari setahun terakhir, partisipasi Indonesia pada FIKA tidak henti-hentinya diumumkan di radio-radio dan televisi Senegal. Alhasil, jumlah eksibitor yang ikut pameran pun melonjak hingga mencapai 700 eksibitor dibandingkan tahun sebelumnya.

Perdana Menteri Senegal, Mahammed Boun Abdallah Dionne, yang membuka secara resmi pelaksanaan FIKA, mengapresiasi kesediaan Indonesia untuk bertindak sebagai negara tamu kehormatan.  Dikatakannya, Pemerintah Senegal mendukung penuh pelaksanaan FIKA, mengingat Provinsi Kaolack memiliki potensi sumber daya alam yang besar, serta merupakan salah satu wilayah termaju di Senegal.

Di hadapan ratusan tamu undangan, Dubes Mansyur Pangeran yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam sambutannya mengatakan, kerja sama perdagangan Indonesia-Senegal dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat pesat.

“Peningkatan ini tidak hanya sekedar data statistik namun juga ditunjukkan dengan dapat dijumpainya dengan mudah berbagai produk Indonesia di pasar-pasar tradisional Senegal seperti minyak kelapa sawit, furnitur, tekstil sabun/deterjen, makanan/minuman, mi instan, dan produk elektronik,” terang Mansyur Pangeran melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (9/2/2018).

Dubes juga mengingatkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Afrika dengan akan diselenggarakannya Indonesia-Afrika Forum di Bali pada 10-11 April 2018.

“Kami mengamati bahwa animo para pedagang lokal untuk ikut pameran cukup tinggi karena banyak dari mereka yang sudah memiliki bisnis dengan pengusaha Indonesia,” lanjut Dubes.

Pada FIKA tahun lalu stan Indonesia dikerubuti pengunjung dengan hadirnya Mie Sedap di Senegal. Kali ini di hadapan Perdana Menteri Senegal, Dubes Mansyur memamerkan miniatur pesawat CN-235 kebanggaan Indonesia yang telah dibeli oleh Pemerintah Senegal.

Kepada perdana menteri, Dubes Mansyur juga mempromosikan berbagai produk unggulan nasional dan produk industri strategis lainnya yang didisplai pada banner.

Ketua Kamar Dagang Industri Nasional (KADIN) Senegal juga menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia yang dipandang sebagai negara emerging untuk dijadikan model pembangunan bagi Senegal. Disampaikan oleh Ketua KADIN Senegal bahwa peluang produk halal Indonesia di Afrika yang memiliki pasar 300 juta penduduk memiliki potensi perdagangan mencapai 2,9 miliar Dolar AS.

FIKA 2018 mengangkat tema Halal: dari standar masyarakat menuju standar ekonomi. Peserta FIKA sebagian besar berasal dari 14 provinsi Senegal dan beberapa negara Afrika lainnya, antara lain Mali, Gambia, Benin, dan Burkina Faso.

Pejabat Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Timur Tengah dan OKI (KUKPTTOKI) yang diwakili M. Amar Ma’ruf, Asisten Hublu dan Kerja Sama Teknik, juga hadir pada FIKA dalam rangka mempromosikan produk gula aren yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif (bio-etanol).

Pada pameran, KBRI Dakar mendisplai dan memamerkan berbagai sampel produk, replika dan brosur industri strategis Indonesia, antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT INKA, PT PAL Indonesia, PT Pindad dan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengekspor berbagai produk unggulan antara lain teh dan kopi, ban mobil, pakaian militer, furnitur, produk dan alat pertanian, sabun/deterjen/lotion anti nyamuk, mi instan, minyak kelapa sawit, minyak/salep gosok anti nyeri, balsam dan kain-kain batik.

Selain itu, KBRI juga menyuguhkan Mie Sedap yang diimpor oleh perusahaan milik Ketua KADIN Senegal, CCBM, bagi para pengunjung d istan KBRI.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…