Suporter Persis Solo, Pasoepati, saat melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Suporter Persis Solo, Pasoepati. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 9 Februari 2018 00:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

HUT Pasoepati Akan Diperingati Secara Sederhana

Pasoepati bakal berulang tahun ke-18.

Solopos.com, SOLO — Pasoepati genap berusia 18 tahun per Jumat (9/2/2018). Hari ulang tahun (HUT) Pasoepati kali ini bakal diperingati secara sederhana oleh dewan pengurus pusat (DPP) organisasi suporter yang dulunya dibentuk untuk mendukung Pelita Solo ini.

Hingga Kamis (8/2/2018) malam, DPP Pasoepati masih merapatkan kegiatan apa yang bakal digelar untuk memperingati HUT ke-18 Pasoepati. Namun, peringatan HUT Pasoepati kali ini rencananya digelar secara sederhana.

“Peringatan secara sederhana saja. Ya semacam sarasehan. Lokasinya di mana belum fix, kemungkinan di sekretariat,” kata Isnaini Muhammad Fatah Romadloni, pengurus DPP Pasoepati, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (8/2/2018).

Isna mengakui saat ini pengurus DPP Pasoepati masih sibuk membantu kelancaran babak semifinal Piala Presiden 2018 yang mempertemukan PSMS Medan melawan Persija Jakata pada Sabtu (10/2/2018) dan Senin (12/2/2018).

“Kita ingin lihat situasi dan kondisi dulu karena di Stadion Manahan sedang berlangsung hajatan babak semifinal Piala Presiden. Apa lagi besok beberapa suporter dari The Jak Mania sudah sampai Solo [kemungkinan menginap di Sekretariat Pasoepati]. Itu sebabnya, untuk tempat [sarasehan] belum fix. Lihat saja besok,” kata Isna.

Di usianya yang menginjak 18 tahun ini, Pasoepati pernah mendukung tiga klub berbeda. Kehadiran Pelita Solo yang sebelumnya bernama Pelita Jaya pada 2000 menjadi cikal bakal berdirinya Pasoepati. Kala itu, Posoepati merupakan akronim dari Pasukan Suporter Pelita Sejati. Nama Pasoepati sendiri dicetuskan oleh Suwarmin yang kini menjadi Pemimpin Redaksi Solopos.

Dukungan Pasoepati kepada Pelita Solo hanya berlangsung tiga tahun. Pada 2003, Pelita Solo memilih hengkang dari Stadion Manahan. Sebagai ganti, Persijatim asal Jakarta Timur menjadikan Stadion Manahan sebagai homebase. Nama klub ini kemudian melebur menjadi Persijatim Solo FC. Sama dengan Pelita Solo, kebersamaa Pasoepati dengan Persijatim Solo FC hanya berlangsung tiga tahun.

Pada 2006, Pasoepati akhirnya mengikrarkan diri untuk mendukung tim asli daerah yakni Persis Solo yang saat itu sudah promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia hingga sekarang. Sejak mendukung Persis Solo, Pasoepati merupakan akronim dari Pasukan Suporter Paling Sejati.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…