Penyerahan bantuan ikan dalam puncak perayaan Hari Pers Nasional di Pondok Tingal, Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat (9/2/2018). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja) Penyerahan bantuan ikan dalam puncak perayaan Hari Pers Nasional di Pondok Tingal, Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat (9/2/2018). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 9 Februari 2018 16:24 WIB Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

HARI PERS NASIONAL
Di Magelang, Wartawan Tidak Hanya Menulis

Hari Pers Nasional di Kabupaten Magelang diperingati dengan refleksi dan sarasehan

 

Solopos.com, MAGELANG- Hari Pers Nasional di Kabupaten Magelang diperingati dengan refleksi dan sarasehan para wartawan bersama bersama sejumlah pemangku kepentingan di bumi gemilang ini.

Kegiatan yang digelar di Pondok Tingal, Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat (9/2/2018), dihadiri para wartawan berbagai media tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang, serta berbagai elemen masyarakat yakni Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi masyarakat.

Ketua PWI Kabupaten Magelang, Bagyo Harsono mengungkapkan sarasehan ini menjadi puncak peringatan HPN. Dalam kegiatan ini, PWI juga menyalurkan bantuan buku kepada SD Kanisius Wanurejo dan bantuan ikan kepada sejumlah kalangan yang beraktivitas di sungai.

Kegiatan ini melengkapi bidang kepedulian wartawan Magelang, setelah pada tahun sebelumnya, perayaan HPN dipusatkan di Gunung Merapi dengan kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung.

“Kami menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk ikut bersama memajukan masyarakat dan melestarikan alam Kabupaten Magelang,” kata Bagyo.

Wakil Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengaku bangga dengan aktivitas wartawan Magelang yang tidak haya terbatas dalam dunia jurnalistik. “Di Magelang, wartawan tidak hanya nulis, tetapi juga mempromosikan wisata bahkan menanam pohon,” katanya.

Pada kesempatan itu ia berpesan agar wartawan di Magelang tetap memberitakan kabar yang valid. Menurutnya, godaan tidak mengenal orang, termasuk bisa datang pada wartawan berupa iming-iming berita miring yang akan memberikan keuntungan pribadi.

Apalagi, saat ini Kabupaten Magelang akan menghadapi pemilihan kepala daerah. “Informasi yang diberikan hendaknya yang benar, matang dan seimbang. Berita yang tidak benar akan menjadi penipuan publik,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan sesuai dengan tema yang ditetapkan pada hari ini Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, ia meminta para wartawan dalam memberitakan, tidak menonjolkan perbedaan yang bisa memecah belah. “Perbedaan tidak perlu dicolokkan, tetapi persamaan yang ditonjolkan agar persatuan dapat dicapai bersama,” katanya.

Sebelumnya, pda Kamis (8/2/2018) para wartawan di Magelang berziarah ke makam Budiharjo, mantan Menteri Penerangan sekaligus seorang tokoh pers nasional.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…