Tes Pekerja Harian Lepas (PHL) Jumat (9/2/2018) pukul 14.30 WIB di Aula 2 Pemda Bantul. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Tes Pekerja Harian Lepas (PHL) Jumat (9/2/2018) pukul 14.30 WIB di Aula 2 Pemda Bantul. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 9 Februari 2018 22:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Bupati Bantul Balik Pertanyakan Alasan PHL Berdemo, Ini Dalihnya

Bupati Bantul, Suharsono mempertanyakan alasan para Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak diperpanjang kontraknya berdemo

 

Solopos.com, BANTUL–Bupati Bantul, Suharsono mempertanyakan alasan para Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak diperpanjang kontraknya berdemo.

Pasalnya ia beralasan kebijakannya untuk tidak memperpanjang kontrak 346 PHL sudah sesuai aturan. Ia menekankan harus ada tes untuk menerima PHL di lingkungan Pemkab Bantul.

Hal tersebut ia sampaikan seusai melakukan pembekalan kepada ratusan PHL yang berstatus TMS di aula 2 Pemda Bantul. Kepada koordinator eks PHL, Raras Rahmawatiningsih ia menyampaikan selama ini untuk mempekerjakan PHL, Pemkab terkadang masih menggunakan paradigma lama.

Yakni tidak melalui tes profesional, hanya lewat jalur pribadi saja. Misalnya kenal dengan pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab Bantul. “Saya tanya sekarang. Yang demo itu nuntut apa? Dasarnya apa?” ucap Suharsono dengan nada meninggi.

Pasalnya sejak keluar dari aula, ia langsung dicegat untuk dikonfirmasi mengapa tidak semua PHL berstatus TMS dipanggil. “Pertimbangannya apa ya kok tidak semua dipanggil?” cecar Raras.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Suharsono menjawab ada beberapa pertimbangan yang mendasari pemanggilan eks PHL berstatus TMS tersebut. Salah satunya evaluasi dan masukan dari OPD tempat mereka bernaung sebelumnya.

Sehingga pemanggilan ini menurutnya sudah sesuai dengan hasil evaluasi tersebut. Sementara pejabat lain yang berwenang menjawab pertanyaan terkait sengkarut PHL ini, enggan berkomentar.

Sementara itu, Raras mengaku saat ditanyakan ulang ke OPD terkait. Pihak OPD mengelak telah memberikan masukan kepada Pemkab terkait pemanggilan ulang PHL berstatus TMS, mereka mengelak hal tersebut. “Jadi terkesan buang-buangan [tanggung jawab],” ujarnya.

Sementara itu ditemui usai acara, salah satu PHL yang kembali, Aprilia menuturkan agenda pemanggilan itu adalah pembekalan bagi para eks PHL. Sebab pada Senin dan Selasa mendatang mereka akan kembali dites oleh OPD masing-masing.

Itu untuk menentukan apakah kontrak mereka dapat diperpanjang lagi atau tidak. Terkait cara pemanggilan, Aprilia mengaku tahu dari pengumuman di website. Namun ia tidak menyebut website apa yang ia buka. “Saya tahu dari website. Ada nama saya di daftar diundang lagi,” ucapnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…