Logo PSS Sleman (JIBI/Dok)
Jumat, 9 Februari 2018 18:20 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

Berbagi Kandang, PSS dan PSIS Bisa Bentrok Jadwal

Jadwal PSIS di Liga 1 bisa bentrok dengan jadwal PSS Sleman di Liga 2

Solopos.com, SLEMAN-Rencana PSIS Semarang menggunakan Stadion Maguwoharjo di Sleman sebagai kandang pada kompetisi Liga 1 musim ini menyisakan persoalan. Penyebabnya, jadwal PSIS di Liga 1 bisa bentrok dengan jadwal PSS Sleman di Liga 2.

Selain rawan bentrok dalam jadwal penggunaan lapangan, dijadikannya stadion dengan kapasitas 35.000 penonton tersebut sebagai kandang kedua tim berdampak pada kualitas rumput di Maguwoharjo. Hal ini diperparah dengan persoalan drainase lapangan yang acap tergenang saat hujan deras.

“Kami [PSS] khawatir hal tersebut [kualitas rumput]. Karena itu, kami akan bertemu dengan pengelola stadion dan memastikan agar persoalan ini tidak terjadi,” ujar Manajer PSS, Sismantoro, kepada Harianjogja, Kamis (8/2/2018).

Menurut dia, dengan kondisi lapangan di Maguwoharjo saat ini, manajemen PSS berharap pengelola stadion maupun operator kompetisi mampu menyusun jadwal pertandingan serta penggunaan stadion dengan baik. Jika tidak, PSS selaku pemilik kandang akan sangat dirugikan.

Pengelola Stadion Maguwoharjo memahami kekhawatiran PSS. Kepala Unit Pelaksana Teknis Stadion Maguwoharjo, Sumadi, menuturkan pengelola stadion sejauh ini sudah berusaha agar persoalan drainase dan penurunan kualitas rumput stadion bisa teratasi.

Namun, persoalan itubisa sepenuhnya dipecahkan sebab sebagai badan usaha milik daerah Sleman, kantornya tidak bisa serta merta menolak rencana PSIS untuk berkandang di Maguwoharjo. Mengingat surat pengajuan penggunaan Maguwoharjo sebagai kandang PSIS telah diterima Pemerintah Kabupaten Sleman.

Solusi yang bisa dilakukan UPT yakni melayangkan surat ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi agar jadwal penggunaan Maguwoharjo untuk pertandingan kandang PSIS dan PSS tidak bentrok.

“Sekarang tinggal PT LIB. Kami [pengelola stadion] hanya bisa meminta agar jadwal diatur sedemikian rupa supaya tidak bentrok. Bisa saja sepekan maksimal dipakai dua kali, yakni sekali untuk PSIS dan sekali untuk PSS. Namun, semua diserahkan ke LIB,” kata Sumadi.

General Manager PSIS, Wahyu “Liluk” Winarto, mengungkapkan sampai kini masih menunggu keputusan LIB terkait dengan hasil verifikasi Maguwoharjo sebagai kandang PSIS. Sebab, persoalan bentrok tidaknya jadwal penggunaan stadion masih menunggu kejelasan lolosnya Maguwoharjo menggelar pertandingan di Liga 1.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…