Tim gabungan dari berbagai elemen bekerja bakti membersihkan material longsor di rumah Sriyatun, 50, warga Ngargorejo RT 003 Bukuran, Kalijambe, Sragen, Jumat (9/2/2018) pagi. (Istimewa/Kasi Trantib Kalijambe/Agus Subagyo) Tim gabungan dari berbagai elemen bekerja bakti membersihkan material longsor di rumah Sriyatun, 50, warga Ngargorejo RT 003 Bukuran, Kalijambe, Sragen, Jumat (9/2/2018) pagi. (Istimewa/Kasi Trantib Kalijambe/Agus Subagyo)
Jumat, 9 Februari 2018 18:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

BENCANA SRAGEN
Rumah Janda di Kalijambe Dihantam Tanah Longsor

Bencana Sragen, tanah longsor terjadi di Kalijambe yang dipicu hujan deras.

Solopos.com, SRAGEN — Tanah longsor menerjang rumah seorang janda bernama Sriyatun, 50, warga Dukuh Ngargorejo RT 003, Bukuran, Kalijambe, Sragen, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Longsor terjadi dipicu hujan deras berjam-jam.

Material longsor yang mengenai rumah korban tak sampai membuat rumah dari tembok dan anyaman bambu itu roboh.  Kasi Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo, menjelaskan tanah yang longsor berada di sebelah timur rumah korban. Bagian tanah yang longsor berupa tebing jalan dengan panjang sekitar 30 meter dan ketinggian empat meter.

“Akibat longsor itu air hujan dan lumpur masuk ke rumah. Tapi beruntung tak ada korban luka dalam musibah ini. Lebih baiknya segera dilakukan penguatan bagian yang longsor agar tak lagi terjadi longsor,” ujar Agus, Jumat (9/2/2018).

Menurut dia, korban telah diminta meningkatkan kewaspadaan bila turun hujan deras dalam waktu lama. Sebab masih ada kemungkinan terjadi longsor susulan. Sekiranya membahayakan, korban disarankan pindah sementara.

“Pagi ini [Jumat] sudah dilakukan kerja bakti dari unsur BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, dan warga. Sekaligus dilakukan penyerahan bantuan sembako dari BPBD melalui Pak Camat kepada korban,” kata dia.

Agus menjelaskan longsor juga membuat akses warga melalui jalan tersebut terganggu. Sebab jalan antardusun berupa tanah denan lebar 2,5 meter itu ambrol separuhnya. Warga harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur itu.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, mengatakan mulai akhir Januari 2018 Sragen telah ditetapkan berstatus siaga bencana. Penetapan status itu mendasarkan pada prediksi musim penghujan oleh BMKG.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…