Kondisi bocah yang diseret ibunya menggunakan sepeda motor di Klaten (Facebook) Kondisi bocah yang diseret ibunya menggunakan sepeda motor di Klaten (Facebook)
Jumat, 9 Februari 2018 15:22 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Begini Pengakuan Anak Pertama Soal Ibu di Bayat Klaten yang Seret Sang Adik

Anak pertama pelaku bercerita kondisi sang ibu.

Solopos.com, KLATEN—Perilaku aneh Ignatia Santi Kusuma Sari  (Santi) terhadap anaknya,  Fransiska Redela Kusuma Wijanarka (Dela), di Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, ternyata bukan kali pertama dilakukan. Hal ini diketahui dari anak pertamanya, Brigita Embun Kusuma Ayu Wijanarka (Embun), 9, yang bercerita kepada Solopos.com, Jumat (9/2/2018).

Anak perempuan berusia empat tahun, Dela, diseret Santi sekitar 300 meter dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor kemudian dijatuhkan di perempatan dekat dengan toko besi Sumber Agung, Dukuh Balong, Desa Paseban, Bayat, Klaten, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat kejadian ini sang anak mengalami luka memar pada bagian lutut dan jari kaki. (Baca: Polres Klaten Bakal Proses Ibu Pelaku Penyeretan Anak Jika Tak Gila)

Potongan rekaman CCTV ibu seret anaknya (Instagram)

Potongan rekaman CCTV ibu seret anaknya (Instagram)

Tak hanya itu, setelah menyeret sang anak kemudian menjatuhkannya, pelaku kabur ke Desa Pagerjurang, Kecamatan Wedi. Di sana ia diketahui menyebabkan kecelakaan karambol dengan menabrak tiga motor. Bahkan, satu korban di antaranya mengalami luka parah.

“Pas ibu kecelakaan [di Wedi] cuma luka tergores di tangan kiri. Terus ibu dibawa ke Delanggu, ke tempat bude,” tutur anak pertama pelaku sekaligus kakak Dela, Embun. (Baca: Kronologi Ibu Seret Anak 300 Meter)

Saat ditanya apakah sang ibu kerap memarahinya, anak perempuan berusia sembilan tahun ini hanya meringis kemudian mengangguk.

Embun menuturkan sang ibu biasanya di rumah tidur. Ia terkadang ke luar rumah untuk membeli makan. (Baca: Stres, Ibu Seret Anak Pakai Motor)

“Ibu kalau di rumah biasanya tidur atau beli makan. Tapi kadang melamun sama ketawa sendiri. Ya enggak apa-apa,” ungkapnya.

Sementara itu, tetangga pelaku dan korban, Sumarmi, bercerita ibu Dela (Santi) memang terlihat kerap cekcok dengan keluarganya.

Diketahui, sang bapak atau suami Santi bernama FX Didik Wijanarka bekerja di penambangan pasir di Magelang. Ia pulang sekali hingga dua kali dalam sepekan.

“Ibunya ibu rumah tangga biasa. Dia memang sering cekcok dengan keluarganya, tapi suaminya hanya mendiamkan. Termasuk menganiaya anaknya itu adalah hal biasa,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…