Contoh pelajar pengendara sepeda motor di Grobogan, Jateng. (Instagram-@satlantasgrobogan) Contoh pelajar pengendara sepeda motor di Grobogan, Jateng. (Instagram-@satlantasgrobogan)
Jumat, 9 Februari 2018 06:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Banyak Kecelakaan Libatkan Pelajar, Satlantas Grobogan Soroti Peran Orang Tua

Kecelakaan lalu lintas di Grobogan banyak melibatkan pelajar yang masih di bawah umur.

Solopos.com, PURWODADI – Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Grobogan mengungkapkan banyak kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) yang melibatkan pelajar pengendara sepeda motor yang mestinya belum berhak memiliki SIM. Hal itu memicu polisi menyoroti peran orang tua dalam memberikan arahan kepada anak-anak.

Melalui akun resmi Instagramnya, @satlantasgrobogan, Selasa (6/2/2018), aparat mengungkap ada 30 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Grobogan yang melibatkan anak di bawah umur. “Di tahun 2017 kemarin tercatat 30 kasus laka yang tersangkanya anak-anak di bawah umur dan 10 kasusnya mengakibatkan korbannya meninggal dunia,” ungkap pengelola akun Instagram milik Satlantas Polres Grobogan itu.

Dengan data itu, polisi menyayangkan peran orang tua yang dianggap tak sepenuhnya memikirkan keselamatan anak-anak. “Mimin miris parents jaman now [orang tua zaman sekarang] ketika parents lebih mementingkan hartanya daripada keselamatan anaknya. Padahal dulu mimin ke sekolah kalau enggak diantar ortu ya naik sepeda atau angkot, bahkan jalan kaki,” lanjut pihak Satlantas Polres Grobogan di Instagram.

Dalam keluhannya terhadap peran orang tua itu, aparat Satlantas Polres Grobogan juga mengunggah beberapa foto para pelajar berseragam sedang mengendarai sepeda motor. Ada juga beberapa foto yang menunjukkan para pelajar sedang diberkan surat bukti pelanggaran (tilang) oleh polisi.

Demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, aparat Satlantas Polres Grobogan mengajak para orang tua untuk lebih bertanggung jawab terhadap keselematan anak-anak. “Ayo ini tanggung jawab bersama bukan hanya pak polisi saja, orang tua meemgang peranan penting. Jangan sampai menyesal ya karena menyesal tidak akan mengembalikan,” tandas pengelola akun Instagram milik Satlantas Polres Grobogan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…