Kepala Desa Krambilsawit Wagiya saat memperlihatkan tanah ambles di Dusun Ngondel Kulon, Krambilsawit, Saptosari, Senin (29/1/2018). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Kepala Desa Krambilsawit Wagiya saat memperlihatkan tanah ambles di Dusun Ngondel Kulon, Krambilsawit, Saptosari, Senin (29/1/2018). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 9 Februari 2018 16:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Aneh, Muncul 17 Lubang di Rongkop

Amblesan tanah di Gunungkidul meluas.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Amblesan tanah di Gunungkidul semakin meluas. Seperti terjadi di Kecamatan Rongkop, setidaknya tercatat 17 lubang muncul, yang tersebar di tujuh desa.

Kepala Desa Petir, Rongkop, Sarju mengatakan di desanya ada tujuh titik amblesan yang berada di lima dusun yakni, Siono, Dadapan, Ngurak-urak, dan Ngelo. “Amblesan di Desa kami terjadi akhir Januari kemarin, kebanyakan di ladang milik warga,” ujarnya, Jumat (9/2/2018).

Dampak dari amblesan itu lahan pertanian para petani tidak dapat ditanami. Petani khawatir juga terkait lubang itu, jika semakin besar. Kejadian tersebut menurutnya terjadi karena letak geografis desanya yang berada pada tanah karst.

“Untuk mengantisipasi lubang semakin membesar, kami menghimbau para petani untuk memasukkan tanah, sampah, jerami, pohon jagung, dan pohon pisang. Untuk menutup dan agar tidak membesar,” ujarnya.

Bhabimkamtibmas Desa Petir, Bripka Herlin Handoko Putro, pihak kepolisian sudah memasang garis polisi untuk mengantisipasi warga mendekat. “Atas perintah bapak Kapolsek Rongkop AKP Yulianto, kami memasang garis polisi dan memberikan informasi kepada masyarakat untuk berhati-hati saat beraktifitas di sekitar lubang,” katanya.

Dari data yang masuk di Polsek Rongkop total ada 17 amblesan. “Dari laporan masuk hanya ada satu desa yang tidak ada amblesan yakni desa Pringombo,”pungkasnya.

Sebelumnya, dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, data yang masuk sampai saat ini ada 11 amblesan dari enam kecamatan. Perbedaan data tersebut dikarenakan pemerintah desa tidak melaporkan ke BPBD kejadian tanah ambles ini.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…