Ilustrasi angin kencang (article.wn.com) Ilustrasi angin kencang (article.wn.com)
Jumat, 9 Februari 2018 19:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

8 Rumah dan 2 Sekolah di Kabupaten Blitar Rusak Diterjang Angin Kencang

Bencana Blitar, angin kencang merusak rumah dan sekolah.

Solopos.com, BLITAR — Delapan rumah warga dan dua sekolah di Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, rusak disapu angin kencang yang melanda wilayah setempat Kamis (8/2/2018) siang. Kerugian akibat bencana itu mencapai puluhan juta rupiah.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Karis mengemukakan musibah diawali dengan hujan disertai dengan angin kencang.

“Musibah itu menimpa permukiman warga serta fasilitas umum. Ada delapan rumah warga dan dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan,” kata petugas bagian Pusdalops BPBD Kabupaten Blitar itu di Blitar, Kamis.

Karis menambahkan rumah warga yang rusak itu salah satunya milik Slamet, 70, yakni rusak di bagian atap kamar serta dapur. Sementara itu di rumah Dedi Andrianto, 35, bangunan rumahnya rusak di bagian atap. Padahal, atap rumahnya terbuat dari baja ringan.

Sedangkan rumah Jono, 47, rusak di bagian atap dapur. Fasilitas pendidikan,yang rusak adalah bangunan TK Dharma Wanita, yaitu di bagian teras kelas yang terbuat dari asbes. Satunya lagi adalah SDN Babadan II, yang rusak pada bagian atap perpustakaan.

Menurut Karis, sebelum kejadian cuaca di Kabupaten Blitar terus mendung. Setelahnya hujan disertai dengan angin kencang terjadi. Bahkan di SDN Babadan II, Kecamatan Wlingi itu, sejumlah anak-anak masih berada di sekolah.

Mereka langsung lari ketakutan karena hujan yang disertai dengan angin kencang. Bukan hanya merusakkan ruang perpustakan sekolah, bendera merah putih yang berkibar di halaman sekolah juga hingga lepas dari tempatnya terbawa arus angin.

“BPBD Kabupaten Blitar telah melakukan penanganan dengan cepat serta memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak,” kata dia.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terutama ketika hujan deras. Masyarakat dianjurkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, jika tempat tinggal mereka masuk rawan bencana, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…