Peletakan batu bata pertama NYIA (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Peletakan batu bata pertama NYIA (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 9 Februari 2018 11:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

16 Seniman Bakal Garap Desain NYIA

Desain bandara baru akan memuat unsur kearifan lokal Jogja.

Solopos.com, JOGJA–Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan PT Angkasa Pura 1 sama-sama sepakat desain bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) mesti mengedepankan kearifan lokal. Sebanyak 16 seniman terlibat menggarap desain bandara baru tersebut.

Kurator Art Program NYIA Bambang ‘Toko’ Witjaksono menyatakan di dalam terminal bandara akan dibuat skenografi atau gambaran ruang yang menggambarkan Jogja secara keseluruhan. Mulai dari Sumbu Imajiner, Sumbu Filosofi, sejarah pembentukan serta budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, daerah pesisir dan lain sebagainya.

“Nanti dibuat skenografi atau tutur cerita tentang pesisir, karena lihat geografisnya dulu, dari selatan ke Utara. Terus masuk ke Kota Jogja dengan memasukan budaya Kraton. Kemudian akan diceritakan melalui karya seni seperti patung, mozaik, relief dan gerbang,” ucapnya di Kompleks Kepatihan seusai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (8/2/2018). Hadir juga dalam kesempatan itu Direktur Utama PT Angkasa Pura 1 Faik Fahmi.

Ia mengutarakan akan ada 16 seniman yang terlibat, tapi saat ini nama-nama seniman yang dianggap tepat baru diajukan dan belum disepakati oleh PT Angkasa Pura 1.

Sri Sultan HB X menyatakan, desain NYIA seperti atap dan ruangan sudah diselesaikan, yang belum hanya detailnya saja. Untuk detail, ia menyerahkan sepenuhnya pada sang desainer. Yang terpenting baginya adalah kesepakatan yang sudah dirumuskan dijalankan sebagaimana adanya.

“Contohnya potensi kebudayaan, sejarah, peradaban yang ada di Jogja terungkap dan jadi roh desain setiap ruang. Enggak sekadar ruangan dipasangin lukisan, tapi ada nilai filosofisnya untuk memberikan roh di setiap ruang. Jadi pas orang masuk bisa langsung lihat ‘oh ada sejarah ini dan tradisi ini,” terangnya.

Sementara itu, Faik Fahmi menyatakan, kunjungannya kali ini  bertujuan memaparkan desain NYIA kepada Sri Sultan HB X. Ia mengaku meminta arahan kepada Gubernur agar desain yang sudah dipersiapkan, baik dari sisi interior dan eksterior, bisa sejalan dengan program pengembangan bandara baru.

“Jadi memang mengharapkan desain bandaranya menonjolkan kearifan lokal atau ciri khas yang jadi ikon untuk Jogja,” ujarnya pada wartawan.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…