Atlet paralayang bersiap meluncur di tempat peluncuran Puncak Joglo Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, tahun 2017. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Atlet paralayang bersiap meluncur di tempat peluncuran Puncak Joglo Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, tahun 2017. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Kamis, 8 Februari 2018 06:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

WISATA WONOGIRI
Desa Sendang Bakal Punya Spot Selfie Berlatar Balon Udara 7 Meter

Wisata Wonogiri, pengelola objek wisata di Desa Sendang menambah fasilitas untuk wisatawan.

Solopos.com, WONOGIRI — Pengelola tiga tempat wisata alam di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yakni Watu Cenik, Puncak Joglo, dan Soko Gunung, akan membangun fasilitas tambahan yang kekinian di kawasan setempat.

Pada Februari ini, pengelola membikin tempat berfoto berlatar balon udara setinggi 7 meter berdiameter 3 meter dan tempat berfoto berlatar tanda cinta dilengkapi hiasan indah.

Ketua Badan Usaha Milik (BUM) Desa Sendang Pinilih, Sukamto, saat dihubungi solopos.com, Rabu (7/2/2018), mengatakan optimistis fasilitas tersebut dapat mendongkrak jumlah pengunjung.

“Tahun lalu kami meraup pendapatan dari tiket masuk seharga Rp4.000/orang senilai lebih dari Rp310 juta. Pengunjung selama setahun tercatat lebih dari 89.000 orang,” ungkap dia,

Sukamto menjelaskan pihaknya menargetkan meraup pendapatan Rp800 juta tahun ini dari ketiga objek wisata tersebut. Target itu dinilai realistis mengingat tempat wisata di Sendang juga akan menjadi lokasi digelar event tingkat internasional.

Menjelang akhir tahun, ungkap dia akan digelar ajang paralayang dan downhill atau balap sepeda menuruni bukit ekstrem tingkat internasional. Paralayang direncanakan digelar September, sedangkan wownhill digelar Oktober. Atlet dari negara-negara Asia akan ikut serta dalam kejuaraan tersebut, seperti Arab Saudi, Jepang, Singapura, Thailand, dan sebagainya.

“Dengan pendapatan Rp800 juta BUM Desa Sendang Pinilih akan mampu berkontribusi untuk PA desa [Pendapatan Asli Desa] senilai lebih kurang Rp120 juta,” kata Sukamto.

Selain membangun fasilitas tambahan dan menggelar event, pengelola memandang perlu menaikkan harga tiket masuk senilai Rp1.000/lembar menjadi Rp5.000.

“Saya kira kalau nanti harga tiket naik wajar saja. Toh, objek wisata lain juga naik. Malah sekarang tiket masuk di tempat wisata yang dikelola Pemkab Rp10.000/orang. Tiket Rp5.000/orang itu masih murah. Penaikan ini kami imbangi dengan penambahan fasilitas. Sekarang pengunjung di Watu Cenik bisa menikmati internet gratis karena kami sudah pasang wifi. Sebentar lagi ada balon udara,” imbuh Sukamto.

Salah satu pengunjung, Dwi Tulus Pambudi, 23, warga Jatisrono, Wonogiri, menyatakan harga tiket masuk naik tak masalah selama diimbangi dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas. Pemuda itu menilai jika harga tiket Rp5.000/orang masih terjangkau.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…