Ilustrasi elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 8 Februari 2018 22:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Tidak Langka Tapi Harga Elpiji 3 Kg Sukoharjo Tembus Rp22.000 Per Tabung

Harga elpiji bersubsidi tabung 3 kg di Sukoharjo menembus Rp22.000 per tabung.

Solopos.com, SUKOHARJO — Harga elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Sukoharjo menembus Rp22.000 per tabung. Pemkab mengajukan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg sebanyak 643 tabung ke Pertamina untuk memenuhi tingginya permintaan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (8/2/2018), harga elpiji 3 kg masih tinggi di tingkat pengecer antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per tabung. Harga elpiji 3 kg di wilayah kota Sukoharjo Rp20.000 per tabung. Sementara di wilayah Bendosari, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer tembus Rp22.000 per tabung.

Padahal, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg yang ditetapkan pemerintah Rp15.500/tabung. Kondisi ini dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat.

“Tidak langka, elpiji 3 kg mudah didapat di setiap pengecer. Hanya harganya yang masih tinggi. Kondisi ini terjadi sejak akhir 2017,” kata Supri, warga Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

Supri mengungkapkan harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer tak kunjung turun kendati instansi terkait telah menambah alokasi kuota harian pada 2017. Kala itu, alokasi kuota harian elpiji 3 kg ditambah sebanyak 1.120 tabung atau sekitar empat persen dari total alokasi kuota elpiji 3 kg yakni 28.000 tabung.

Bahkan, harga elpiji 3 kg terkerek naik hingga Rp23.000 per tabung pada akhir Januari. “Saya tidak tahu penyebab tingginya harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer apakah lantaran dipengaruhi permintaan masyarakat atau ada permainan harga,” ujar dia.

Elpiji 3 kg menjadi salah satu kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Mereka membeli elpiji 3 kg untuk keperluan memasak lantaran harganya jauh lebih murah dibanding elpiji ukuran 12 kg. Kini, masyarakat kelimpungan lantaran harga elpiji 3 kg yang mendapat subsidi pemerintah masih tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Sukoharjo, Sutarmo, mengatakan telah mengajukan penambahan alokasi kuota harian elpiji 3 kg ke Pertamina sebanyak 643 tabung. Alokasi kuota harian elpiji 3 kg di Kabupaten Jamu menjadi 29.621 tabung dari 28.978 tabung.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg di pasaran. Menurut Sutarmo, permintaan elpiji 3 kg dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) cukup tinggi. Biasanya mereka membeli elpiji 3 kg dalam jumlah besar untuk menjalankan roda bisnisnya.

“Belum lagi masyarakat yang membeli elpiji 3 kg dalam jumlah banyak. Tabung elpiji itu disimpan di rumah untuk persediaan. Karena itu, alokasi kuota harian elpiji 3 kg ditambah pada tahun ini,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…