Guru SD Cokroaminoto Solo, Mujiono, menunjukkan atap ruang kelas I yang ambrol, Kamis (8/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/Solopos) Guru SD Cokroaminoto Solo, Mujiono, menunjukkan atap ruang kelas I yang ambrol, Kamis (8/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/Solopos)
Kamis, 8 Februari 2018 21:15 WIB Insetyonoto/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

Plafon Atap Ruang Kelas SD Cokroaminoto Solo Ambrol

Plafon ruang kelas di SN Cokroaminoto Solo bocor.

Solopos.com, SOLO – Plafon di ruang kelas I SD Cokroaminoto Jl. Sungai Langkaet, Sangkrah, Solo, Kamis (8/2/2018) pagi, ambrol. Kejadian itu diduga akibat plafon tidak kuat menahan beban air hujan yang bocor dari genting.

Tidak ada korban dalam musibah itu. Saat plafon terbuat dari gypsum tersebut ambrol, ruang kelas dalam keadaan kosong. “Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB, jadi belum ada siswa kelas 1 yang masuk,” kata guru SD Cokroaminoto, Mujiono, saat ditemui, Kamis.

Menurut dia, sebelumnya pada 2016 beberapa bagian atap kelas I juga telah ambrol, tapi belum dilakukan perbaikan hingga sekarang. Kendati atap ruangan kelas sebagian bolong-bolong, ruangan tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar 17 siswa.

“Belum mempunyai dana untuk melakukan perbaikan atap yang bolong,” ungkap guru kelas V SD Cokroaminoto itu.

Lebih lanjut, Mujiono mengatakan, tidak hanya ruang kelas I yang bagian atapnya ambrol, tapi juga atap ruang ruang kelas V juga ambrol.

Kondisi ruang kelas V yang digunakan kegiatan belajar sebanyak 13 siswa lebah parah karena seluruh atapnya ambrol sehingga meninggalkan kerangka. “Pada 2015 atap ruang kelas V ambrol semua. Kejadiannya saat istirahat sehingga tidak ada korban siswa,” katanya.

Dia menambahkan atap ruang kelas I dan kelas V yang ambrol itu sebenarnya telah diperbaiki pada 2013.

“Atap dari gypsum itu tidak kuat menahan air hujan yang masuk dari genting yang bocor,” jelasnya. Mujiono mengatakan tidak tahu kapan akan dilakukan perbaikan karena sekolah tidak memiliki dana.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…