Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (JIBI/Solopos/Antara/Asmaul Chusna) Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (JIBI/Solopos/Antara/Asmaul Chusna)
Kamis, 8 Februari 2018 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PILKADA 2018
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Ambil Cuti untuk Ikuti Pilwakot

Pilkada 2018, wali kota Kediri cuti untuk mengikuti pilwakot.

Solopos.com, KEDIRI — Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah (Ning Lik) mengajukan cuti untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

“Sebentar lagi mulai tanggal 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018, saya dan Ning Lik akan cuti pilkada. Walaupun saya cuti dan tidak bisa mengawasi langsung program-program Pemkot Kediri, saya berharap agar program-program tetap berjalan dengan baik,” kata Abdullah Abu Bakar saat apel dengan seluruh ASN/PNS di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (7/2/2018).

Kegiatan apel itu diikuti pejabat eselon II/III/IV di lingkungan Pemkot Kediri. Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaparkan beragam prestasi yang telah diraih oleh pemkot.

Terbaru, pemkot dapat penghargaan atas prestasi dalam akuntabilitas kinerja tahun 2017 dengan predikat nilai B yang sebelumnya Pemerintah Kota Kediri mendapat nilai CC.

Wali Kota mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kinerja Pemkot Kediri meningkat secara signifikan. Hal itu berkat sinergitas antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

Dari tahun ke tahun juga banyak penghargaan diraih Kota Kediri. Bukan hanya tingkat provinsi, namun juga di tingkat nasional. Hingga kini, ada sembilan penghargaan di tingkat nasional yang sudah berhasil diraih oleh Kota Kediri sepanjang 2017.

Lebih lanjut, Wali Kota juga mengatakan diraihnya penghargaan itu juga membuat masyarakat Kota Kediri memberikan kepercayaan kepada kinerja Pemkot Kediri. Pelayanan yang ada di Kota Kediri juga sudah semakin lebih baik dan cepat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, tidak ribet dan berbasis dalam jaringan. Seperti di DPM kalau mengurus perizinan, masyarakat tinggal berhadapan dengan sistem dan kalau sudah jadi izinnya diantar pos kerumah pemohon,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abu Bakar.

Ke depan, Wali Kota Kediri berharap agar pelayanan di kelurahan juga bisa berbasis daring dengan dibuatkan suatu aplikasi agar lebih mudah dan cepat. Selain itu itu petugas pelayanan juga harus senyum agar masyarakat puas dan tidak komplain.

Pilkada Kota Kediri akan digelar pada Juni 2017, bersamaan dengan pilkada se-Indonesia. Di Kota Kediri, akan diikuti tiga pasangan calon, yaitu Aizzudin-Jono, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasanganya Teguh Juniadi.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…